Jakarta (Antara) -  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 44 poin, sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebesar 8,71 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 44 poin menjadi Rp13.316, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.360 per dolar AS.

"Sentimen perlambatan ekonomi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang menopang rupiah mengalami apresiasi," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin.

Menurut dia, revisi data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal empat 2016 yang di bawah ekspektasi menjadi salah satu penyebab utama dolar AS mengalami depresiasi terhadap mayoritas mata uang global. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS kuartal empat turun ke 1,9 persen.

Hasil PDB AS itu, lanjut dia, juga turut membuat ekspektasi pasar terhadap suku bunga acuan bank sentral AS (Fed Fund Rate) yang dijadwalkan pada pekan ini masih akan dipertahankan.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa munculnya potensi pemangkasan prospek utang Tiongkok oleh lembaga pemeringkat internasional Standard & Poors (S&P) dapat menopang dolar AS kembali.

Di sisi lain, ia juga mengatakan penguatan rupiah bisa tertahan merespon inflasi Januari 2017 yang diperkirakan naik. Namun diharapkan naiknya inflasi dapat terbatas dan belum memicu kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.

"Pasca data inflasi, fokus pasar perlahan akan tertuju pada pertumbuhan PDB Indonesia periode kuartal empat 2016 yang dijadwalkan rilis pada pekan pertama Februari 2017," katanya.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa laju rupiah kembali mencoba menguat dengan memanfaatkan kondisi pelemahan dolar AS di pasar global. Diharapkan skenario itu masih dapat berlanjut sehingga rupiah tetap dapat dalam tren penguatannya.

"Namun, tetap cermati berbagai sentimen yang dapat mempengaruhi perubahan pada laju rupiah terutama dari eksternal," katanya.


IHSG

Sementara itu, IHSG di BEI pada Senin dibuka menguat sebesar 8,71 poin di tengah optimisme pasar terhadap ekonomi domestik.

IHSG BEI dibuka naik 8,71 poin atau 0,16 persen menjadi 5.321,55 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 2,20 poin (0,25 persen) menjadi 888,83 poin.

"Sentimen dari dalam negeri masih memberikan pengaruh positif bagi pergerakan IHSG pada awal pekan ini (30/1)," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan bahwa faktor dari dalam negeri mengenai angka inflasi yang sedianya akan dirilis pada pekan ini diproyeksikan relatif masih stabil. Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Januari 2017 mencapai 0,69 persen.

Sementara dari eksternal, lanjut dia, pelaku pasar akan fokus hasil ke hasil pertemuan The Fed pada tanggal 2 Februari nanti berkenaan penyataan dan kebijakan yang akan diputuskan, salah satunya mengenai suku bunga acuan AS.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional yang masih cukup stabil di tengah harapan laju inflasi yang masih akan terkendali tentunya dapat menjaga fluktuasi IHSG.

"Di tengah harapan itu, pola gerak IHSG membentuk tren penguatan jangka pendek, diharapkan IHSG dapat menembus level 5.336 poin sehingga dapat memperkokoh pola tren penguatannya," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 13,39 poin (0,06 persen) ke level 23.360,78, indeks Nikkei turun 146,51 poin (0,75 persen) ke level 19.320,89, dan Straits Times menguat 13,07 poin (0,43 persen) posisi 3.064,85.
(*)




Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026