Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 36 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun sebesar 12,73 poin.


Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 36 poin menjadi Rp13.396, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.360 per dolar AS.

"Minimnya sentimen domestik membuat faktor global menjadi dominan dalam penentu arah rupiah yang dalam jangka pendek diperkirakan masih akan mengalami pelemahan," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa kekhawatiran pasar terhadap pencapaian defisit akhir 2016 yang bisa melebihi ekspektasi, kembali menjadi perhatian dan turut memberikan sentimen negatif bagi mata uang domestik.

Ia menambahkan bahwa permintaan dolar AS juga masih cukup kuat pasca kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 0,5-0,75 persen pada pekan lalu.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa apresiasi dolar AS salah satunya juga didorong pernyataan positif dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) tentang pasar tenaga kerja yang kuat dalam hampir satu dekade.

Ia juga mengatakan bahwa pernyataan The Fed mengenai adanya peluang untuk kembali menaikan suku bunga pada 2017 mendatang sebanyak tiga kali juga turut menopang dolar AS.

Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih relatif terbatas menyusul respon pelaku pasar terhadap optimisme dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang akan fokus terhadap upaya pencapaian penerimaan perpajakan hingga akhir tahun agar tidak terlalu meleset dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan 2016.

"Sentimen dari dalam negeri itu akan menjaga perekonomian domestik dan mata uang," katanya. 


IHSG Turun

Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun sebesar 12,73 poin didorong sebagian investor yang melakukan aksi ambil untung.

IHSG BEI dibuka melemah 12,73 poin atau 0,25 persen menjadi 5.179,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,37 persen menjadi 861,84.

"Sebagian investor mulai cenderung memilih untuk mengambil keuntungan menjelang liburan Natal, situasi itu membuat pasar rentan terkoreksi," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan adanya sinyal dari pelaku pasar yang cenderung bersikap mengurangi aktivitasnya di bursa saham Indonesia dengan tujuan menyelamatkan portofolionya juga dapat menahan laju IHSG.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar saham Indonesia masih dibayangi ancaman dari ketidakpastian global, terkait kebijakan ekonomi dan moneter Amerika Serikat di bawah pemerintahan baru serta perubahan kebijakan ekonomi Tiongkok.

Namun, menurut dia, jika perekonomian Indonesia mempertahankan pertumbuhannya maka peluang IHSG untuk positif memungkinkan dapat terjadi. Kondisi itu akan membuat optimisme pasar yang kuat terhadap pasar.

"Bagi investor asing, Indonesia juga dinilai masih menjadi tempat yang kondusif untuk berinvestasi karena memberikan imbal hasil yang cukup tinggi," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 17,50 poin (0,08 persen) ke level 21.850,18, indeks Nikkei naik 0,95 poin (0,00 persen) ke level 19.392,55, dan Straits Times menguat 8,51 poin (0,31 persen) posisi 2.921,44. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026