Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat sebesar 15 poin, sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun sebesar 7,58 poin.
Nilai tukar rupiah antarbank di Jakarta pada Senin pagi menguat sebesar 15 poin menjadi Rp13.373, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.388 per dolar AS.
"Laju mata uang rupiah menguat meski terbatas. Rupiah mencoba menguat dengan memfaktorkan sentimen positif dari rilis data makro dimana neraca perdagangan bulan November 2016 tercatat surplus," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Badan Pusat Statistik (BPS) melansir, neraca perdagangan Indonesia pada November 2016 mengantongi surplus sebesar 837,8 juta dolar AS, dengan nilai ekspor mencapai 13,49 miliar dolar AS sementara impor sebesar 12,65 miliar dolar AS.
Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate di level 4,75 persen yang dianggap masih cukup kondusif turut menjaga fluktuasi rupiah.
"Diharapkan laju rupiah masih dapat bertahan di area positif seiring meredanya kekhawatiran dari sentimen dari The Fed," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa dolar AS mulai mereda penguatannya setelah sempat menguat tajam pasca rilis inflasi di Amerika Serikat dan suku bunga acuan Fed yang naik.
Di sisi lain, lanjut dia, minyak mentah dunia yang masih mempertahankan tren kenaikannya di tengah eskpektasi menipisnya surplus pasokan terhadap permintaan turut menahan laju dolar AS terhadap kurs komoditas, termasuk rupiah.
Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (19/12) pagi ini menguat 0,83 persen menjadi 52,33 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude menguat 0,63 persen ke posisi 55,56 dolar AS per barel.
IHSG Turun
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, dibuka turun sebesar 7,58 poin seiring dengan sebagian pelaku pasar saham yang melakukan aksi jual.
IHSG BEI dibuka melemah 7,58 poin atau 0,14 persen menjadi 5.224,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,22 persen menjadi 871,76.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa pergerakan IHSG pasca mendapat sentimen dari bank sentral Amerika Serikat (The Fed) cenderung mengalami pelemahan lanjutan, sebagian pelaku pasar menjadikan momentum itu untuk kembali melepas posisi.
"Aksi pelaku pasar itu juga dipengaruhi oleh bursa saham di kawasan Asia yang cenderung melemah," katanya.
Menurut dia, kombinasi antara aksi ambil untung dan keputusan The Fed menahan laju IHSG untuk bergerak di area positif. Sentimen dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun belum membuat laju IHSG berbalik menguat.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa sejauh ini faktor global cukup mempengaruhi pergerakan IHSG kendati relatif terbatas.
"Di tengah minimnya sentimen positif baru dari dalam negeri, pelaku pasar saham bursa di Indonesia akan cenderung memantau perkembangan yang terjadi pada pasar eksternal," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 153,71 poin (0,70 persen) ke level 21.867,04, indeks Nikkei turun 44,84 poin (0,23 persen) ke level 19.356,31, dan Straits Times melemah 16,09 poin (0,55 persen) posisi 2.922,07. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.