Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 65 poin sementara Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka turun sebesar 32,25 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 65 poin menjadi Rp13.345, dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.280 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa tren penguatan rupiah terhadap dolar AS yang telah berjalan dalam beberapa hari terakhir terhenti menyusul langkah bank sentral Amerika Serikat yang menaikan suku bunga acuannya.

"Dolar AS naik terhadap mayoritas mata uang dunia merespon kebijakan The Fed itu," katanya.

Bank sentral AS (The Fed) pada Rabu waktu setempat memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 0,50 persen hingga 0,75 persen, dari kisaran sebelumnya 0,25 persen hingga 0,50 persen.

Kendati demikian, menurut dia, depresiasi rupiah terhadap dolar AS itu berpeluang hanya sementara, rupiah akan kembali bergerak normal menyusul ekspektasi data neraca perdagangan Indonesia yang akan diumumkan pekan ini kembali mencatatkan surplus.

"Salah satu pembentuk tren penguatan rupiah yakni neraca perdagangan, diperkirakan kembali mencatatkan surplus.

Ia menambahkan bahwa Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada hari ini (15/12) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya (BI 7 Day Reverse Repo Rate) di level 4,75 persen, itu sejalan dengan prioritas stabilitas rupiah yang diutamakan dari dukungan ke pertumbuhan.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa dampak keputusan The Fed diperkirakan sudah diperhitungkan pasar sehingga fluktuasi kurs rupiah diestimasikan masih terjaga.

Di sisi lain, lanjut dia, adanya keyakinan dari pemerintah Indonesia mengenai dampak keputusan The Fed yang sudah diperhitungkan juga akan menjaga psikologis pelaku pasar di dalam negeri.


IHSG Turun


Sementara itu, IHSG di BEI dibuka turun sebesar 32,25 poin menyusul keputusan suku bunga acuan Amerika Serikat yang naik.

IHSG BEI dibuka melemah 32,25 poin atau 0,88 persen menjadi 5.230,56. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 10,35 poin (1,17 persen) menjadi 874,60.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa pengumuman kenaikan suku bunga Amerika Serikat membuat mayoritas pasar saham di kawasan Asia bergerak melemah, termasuk IHSG BEI.

"Pelaku pasar memanfaatkan momentum tersebut untuk lepas posisi dari pasar saham dan berimbas pada melemahnya indeks BEI," katanya.

Ia menambahkan bahwa indikasi kenaikan suku bunga pada tahun mendatang juga turut mendorong pelaku pasar cenderung keluar dari aset berisiko seperti saham. Bank sentral AS memprediksi adanya tiga kali kenaikan suku bunga acuannya pada 2017.

Kendati demikian, menurut dia, adanya kepastian kenaikan suku bunga AS dapat mengurangi sentimen ketidakpastian di pasar sehingga pelaku pasar dapat melakukan kajian mengenai langkah selanjutnya dalam mengambil posisi strategi investasi ke depannya.

Bank sentral AS (The Fed) memutuskan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 0,50 persen hingga 0,75 persen, dari kisaran sebelumnya 0,25 persen hingga 0,50 persen.

"Akhirnya The Fed menaikan suku bunganya sesuai ekspektasi pasar, selanjutnya pasar menunggu reaksi Bank Indonesia terhadap suku bunga acuan (BI 7 Day Reverse Repo Rate)-nya," kata Reza Priyambada.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa keputusan kenaikan suku bunga The Fed menjawab ketidakpastian pasar selama ini.

Dari dalam negeri, lanjut dia, pelaku pasar akan menantikan data neraca perdagangan, ekspor dan impor Indonesia. Jika data tersebut menunjukan perbaikan dapat menjadi katalis positif bagi IHSG.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 328,93 poin (1,46 persen) ke level 22.127,69, indeks Nikkei turun 35,61 poin (0,18 persen) ke level 19.218,00, dan Straits Times melemah 28,53 poin (0,98 persen) posisi 2.925,52. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026