Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah dalam transaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat 38 poin sedangkan  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 2,87 poin atau 0,05 persen.

Nilai tukar rupiah dalam transaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat 38 poin menjadi Rp13.289 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS bersamaan dengan penguatan surat utang negara (SUN) di pasar domestik," kata ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Ia mengatakan bahwa pertemuan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB), yang diperkirakan menambah stimulus keuangannya, turut memberikan dampak positif ke mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Pertemuan ECB akan disimpulkan pekan ini. Imbal hasil surat utang Jerman yang mulai turun bisa menjadi tanda adanya harapan penambahan atau perpanjangan program pembelian aset oleh ECB yang saat ini dijadwalkan hingga kuartal I 2017," katanya.

Ia mengatakan cadangan devisa Indonesia yang turun akibat kebijakan stabilisasi rupiah Bank Indonesia sepanjang November 2016 sepertinya tidak terlalu direspons pelaku pasar uang.

"Kemungkinan hal itu dianggap wajar atau bahkan perlu dilakukan di saat turbulensi di pasar keuangan global meningkat tajam," katanya.

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia akhir November 2016 sebesar 111,5 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan pada bulan sebelumnya yang sebesar 115,0 miliar dolar AS.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut akan tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.



IHSG

Sementara itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia naik 2,87 poin atau 0,05 persen menjadi 5.268,23 dan kelompok 45 saham unggulan (LQ45) naik 0,16 persen menjadi 882,29 pada awal perdagangan Kamis.

"Faktor dari dalam negeri mengenai perekonomian Indonesia yang terbilang positif masih mampu mendukung IHSG untuk bergerak menguat di tengah potensi kenaikan suku bunga acuan AS," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Ia mengatakan ekonomi Indonesia diyakini tetap kokoh dengan semakin membaiknya defisit neraca berjalan serta kecukupan cadangan devisa di atas rata-rata delapan bulan impor.

Dengan dukungan kinerja keuangan dari perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI yang tahun ini rata-rata menunjukkan pertumbuhandalam perolehan laba bersih, ia menjelaskan, sentimen ekonomi dalam negeri dapat mengimbangi sentimen dari eksternal

"Kinerja keuangan perusahaan akan memberikan optimisme bagi pelaku pasar untuk menempatkan dananya pada saham," katanya.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan kondisi perekonomian yang masih stabil dan kuat membuat IHSG berpeluang bergerak di area positif.

"Diproyeksikan, IHSG akan bergerak di kisaran 5.178 sampai 5.336 poin pada perdagangan Kamis ini dengan kecenderungan menguat," katanya.

Di tingkat regional, indeks Hang Seng menguat 169,79 poin (0,74 persen) ke level 22.970,71; indeks Nikkei naik 152,34 poin (0,82 persen) ke level 18.649,03; dan Straits Times menguat 16,05 poin (0,54 persen) posisi 2.975,77. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026