Malang,  (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada tahun ini mencanangkan mampu surplus beras hingga 75 ribu ton atau naik 5.000 ton dari tahun sebelumnya yang mencapai 70 ribu ton.

"Kami optimistis bisa mencapai target itu, sebab pada Oktober lalu sudah surplus sekitar 64 ribu ton. Selama tiga bulan (November-Desember), kami yakin kekurangan 11 ribu ton bisa terpenuhi, bahkan bisa melebihi target," kata Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto di Malang, Selasa.
    
Ia mengemukakan produksi beras di Kabupaten Malang rata-rata 500.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan beras untuk konsumsi warga mencapai 430.000 ton per tahun, sehingga ada surplus produksi beras rata-rata 70.000 ton per tahun.
    
Untuk merealiassikan target suplus 75.000 ton pada 2016 tersebut, Distanbun melakukan berbagai langkah, di antaranya peningkatan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada petani dan inovasi penanaman padi agar produktivitasnya lebih tinggi. "Kalau ketersediaan air untuk tanaman padi sudah terjamin, sehingga gagal panen karena faktor kekeringan bisa dihindari," ujarnya.
    
Tomie mengemukakan inovasi penanaman padi untuk meningkatkan produktivitas dengan biaya murah (hemat) bisa dilakukan dengan menerapkan sistem Salibu, yakni dengan cara memanfaatkan batang padi yang baru dipanen. Pada penanaman konvensional, tanah langsung dibajak setelah padi dipanen, sehingga sisa batang padi ikut mati dan padi ditanam dengan benih yang baru.
    
Sementara sistem Salibu, lanjutnya, batang padi sisa panen dipelihara hingga kembali berbuah. Dengan sistem ini petani bisa mengirit benih dan waktu karena tidak butuh benih lagi untuk masa tanam kedua dan seterusnya. Satu tahun bisa panen hingga empat kali.
    
"Kami berharap dengan adanya inovasi baru dan sistem penanaman padi yang baru ini, hasil panen dari Kabupaten Malang tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan pangan warga di daerah ini saja, tetapi juga bisa dikirimkan ke luar daerah," ucapnya.
    
Kabupaten Malang selama ini juga dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jatim. Dengan luasan tanaman padi tahun ini mencapai 70.000 hektare dan luasan tanaman padi di daerah itu masih bisa ditingkatkan lagi menjadi 73.000 hektare.(*)

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026