Jakarta (Antara) - Kurs rupiah dalam transaksi antar bank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak naik 28 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka naik 14,71 poin.
Kurs rupiah dalam transaksi antar bank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak naik 28 poin menjadi Rp13.176 per dolar AS.
"Dolar AS yang mengalami pelemahan terhadap mayoritas mata uang dunia memberikan alasan bagi rupiah untuk menguat meski sesaat," kata ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.
Di sisi lain, ia melanjutkan, ekspektasi bahwa neraca perdagangan Indonesia periode Agustus masih surplus turut menjaga mata uang domestik di area positif.
"Pasar sedang menanti data neraca perdagangan Agustus 2016. Pertumbuhan ekspor dan impor diperkirakan membaik dibanding bulan Juli 2016," katanya.
Meski demikian, menurut dia, pergerakan rupiah masih dibayangi oleh pencapaian pajak yang hanya mencapai 48 persen hingga pertengahan September 2016.
Kondisi itu memberikan indikasi bahwa akan ada pemangkasan belanja pemerintah sehingga dapat menekan ekspektasi pertumbuhan ekonomi ke depan.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang cenderung menurun akibat persediaan berlebih juga masih membayangi mata uang berbasis komoditas seperti rupiah.
"Harga minyak mentah dunia masih menjadi salah satu fokus pelaku pasar uang dalam menentukan investasinya di mata uang berisiko seperti rupiah," katanya.
IHSG
Sementara itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka naik 14,71 poin atau 0,29 persen menjadi 5.160,78.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 naik 3,69 poin (0,42 persen) menjadi 885,07.
"Faktor teknikal mendorong indeks BEI bergerak menguat, sebagian pemodal mulai melakukan akumulasi beli meski relatif terbatas," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Tekanan pada saham-saham di dalam negeri dalam beberapa terakhir, menurut dia, telah memicu sebagian pelaku pasar kembali melakukan aksi beli secara selektif.
Selain itu, ia melanjutkan, pelaku pasar masih memantau hasil pencapaian dana tebusan program amnesti pajak pemerintah.
Ia menambahkan bahwa fokus pasar juga masih tertuju pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan.
"Pelaku pasar diharapkan tetap waspada di tengah sentimen yang belum kondusif," katanya.
Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan hari ini Badan Pusat Statistik dijadwalkan merilis data neraca perdagangan, yang diperkirakan surplus.
"Jika neraca perdagangan Indonesia hasilnya di atas ekspektasi pasar, potensi IHSG bergerak di area positif kembali terbuka," katanya.
Di tingkat regional, indeks Bursa Hang Seng menguat 55,31 poin (0,24 persen) ke level 23.245,95; indeks Nikkei turun 217,06 poin (1,31 persen) ke level 16.397,18; dan Straits Times melemah 15,61 poin (0,58 persen) posisi 2.793,21. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.