Chicago, (Antara/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data-data ekonomi AS keluar lebih buruk dari perkiraan.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik 5,7 dolar AS, atau 0,43 persen, menjadi menetap di 1.317,1 dolar AS per ounce.
Emas mendapat dukungan ketika lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) yang berbasis di AS merilis sebuah laporan pada Kamis, yang menunjukkan indeks manufakturnya jatuh ke 49,4.
Angka itu lebih buruk dari perkiraan, mencerminkan pelambatan dalam komponen pesanan-pesanan baru. Para analis mencatat bahwa komponen pesanan-pesanan baru telah menguat dalam beberapa bulan terakhir dan bahwa ini datang sebagai kejutan untuk para pedagang.
Laporan ISM membuat investor gelisah menjelang pertemuan Federal Reserve AS yang dijadwalkan akhir bulan ini, karena sebelumnya faktor yang paling mempengaruhi seharusnya laporan ketenagakerjaan utama AS yang akan keluar Jumat. Pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.
Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah di 27 persen pada pertemuan September 2016, 33 persen pada pertemuan November 2016, dan 55 persen pada pertemuan Desember 2016.
Logam mulia diberi dukungan lebih lanjut karena indeks dolar AS turun 0,37 persen menjadi 95,64 pada pukul 17.50 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.
Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.
Laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis mencegah logam mulia dari kenaikan lebih lanjut, karena klaim pengangguran pada minggu yang berakhir 27 Agustus datang pada posisi akhir rendah dari ekspektasi, menempatkan tekanan pada logam mulia.
Para analis mencatat bahwa ini adalah pertanda baik untuk laporan pekerjaan utama AS yang akan dirilis Jumat, dan dapat mengimbangi laporan ISM yang lebih buruk dari perkiraan.
Perak untuk pengiriman Desember naik 23,6 sen, atau 1,26 persen, menjadi ditutup pada 18,943 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 4,6 dolar AS, atau 0,44 persen, menjadi ditutup pada 1.048,9 dolar AS per ounce. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.