Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak menguat tipis sebesar empat poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jumat, dibuka menguat sebesar 13,74 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak menguat tipis sebesar empat poin menjadi Rp13.099 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.103 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah masih berada dalam area penguatan seiring dengan aliran dana asing yang masih kuat baik ke pasar surat utang negara (SUN) maupun saham," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Jumat.
Rangga Cipta menambahkan bahwa penguatan nilai tukar rupiah juga dipicu oleh harga komoditas seperti minyak mentah yang mulai pulih. Terpantau harga minyak jenis WTI Crude menguat 0,41 persen menjadi 43,73 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,30 persen menjadi 46,18 dolar AS per barel.
Ia mengatakan bahwa harga minyak yang naik dipicu oleh kombinasi komentar Energy Information Administration (EIA) yang optimistis permintaan akan melebihi pasokan minyak mentah serta komentar Arab Saudi yang menyerukan kerja sama antaranggota dan nonanggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam pertemuan mendatang untuk menahan produksi minyak mentah.
"Arab Saudi optimistis pertemuan dalam OPEC berhasil, sehingga mendorong harga minyak," katanya.
Sementara itu,Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa dolar AS melemah juga dipicu oleh memudarnya spekulasi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikan suku bunga pada tahun ini.
"Dolar AS melemah, kondisi ekonomi global yang belum membaik menghapus spekulasi kenaikan suku bunga AS," katanya.
IHSG Menguat
IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jumat, dibuka menguat sebesar 13,74 poin di tengah tingkat kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik masih baik.
IHSG BEI dibuka menguat sebesar 13,74 poin atau 0,25 persen menjadi 5.432,83. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 4,55 poin (0,49 persen) menjadi 933,69.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Jumat mengatakan IHSG BEI kembali bergerak menguat, itu menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih cukup tinggi.
"Kondisi perekonomian nasional masih stabil, jika indeks BEI mengalami koreksi itu merupakan konsolidasi wajar yang dapat dimanfaatkan investor untuk tetap melakukan akumulasi beli saham secara selektif," katanya.
Secara teknikal, ia menambahkan bahwa IHSG akan bergerak menguat pada akhir pekan ini (Jumat, 12/8). Diharapkan indeks BEI mencapai level batas atas di 5.500 poin sehingga dapat memperkuat pola kenaikan IHSG.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menambahkan bahwa kenaikan bursa saham eksternal, terutama bursa Dow Jones menjadi salah stau pendorong bagi IHSG mengalami kenaikan setelah pada dua hari sebelumnya secara berturut-turut mengalami tekanan.
Namun, lanjut dia, dalam 3 hari perdagangan terakhir ini aksi beli dari pemodal asing terlihat mulai menurun. Jika itu berlanjut atau bahkan kemudian berubah menjadi aksi jual, pemodal sebaiknya berhati-hati.
Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 156,60 poin (0,69 persen) menjadi 22.737,15, indeks Nikkei naik 147,82 poin (0,88 persen) ke level 16.882,94, dan indeks Straits Times melemah 9,76 poin (0,31 persen) ke posisi 2.860,85. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.