Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta melemah 13 poin, sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, dibuka melanjutkan penguatan ke posisi 5.246,30 poin.
Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta melemah 13 poin menjadi Rp13.111 per dolar AS pada Kamis pagi.
"Jelang diumumkannya tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate), nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari zona konsolidasinya, bahkan cenderung melemah terhadap dolar AS," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.
Ia menambahkan mata uang negara-negara berkembang yang turut mengalami depresiasi terhadap dolar AS menambah sentimen negatif bagi mata uang domestik.
"Apabila kondisi dari mata uang emerging market masih cenderung turun maka rupiah berpeluang melanjutkan pelemahannya," katanya.
Kendati demikian, menurut dia, sentimen terkait amnesti pajak yang berpotensi mendorong dana repatriasi masuk ke dalam negeri dapat menahan pelemahan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.
"Dampak dari kebijakan itu akan meningkatkan permintaan mata uang domestik sehingga peluang apresiasi cukup terbuka," katanya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan dolar AS masih cukup solid terhadap mata uang utama lainnya, dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global masih membebani sentimen pasar pada aset mata uang berisiko, salah satunya rupiah.
"Investor masih khawatir setelah lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi turun proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi global di tahun 2016 menjadi 3,1 persen, dari sebelumnya 3,2 persen," katanya.
IHSG
Sementara itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia, Kamis, dibuka melanjutkan penguatan ke posisi 5.246,30 poin seiring dengan investor yang kembali melakukan aksi beli.
IHSG BEI dibuka naik 3,47 poin atau 0,07 persen menjadi 5.246,30. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 0,86 poin (0,10 persen) menjadi 906,71.
"Jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di bulan Juli, IHSG kembali melanjutkan penguatan, sebagian pelaku pasar memproyeksikan BI rate kembali dipangkas menjadi sebesar 6,25 persen," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan bahwa spekulasi pemangkasan suku bunga acuan itu memicu pelaku pasar masih melanjutkan aksi beli terutama pada sektor properti dan kontruksi.
Di sisi lain, lanjut dia, menjelang pengumuman kinerja sejumlah emiten periode semester I 2016 yang diproyeksikan masih positif juga turut menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku pasar masih melakukan aksi beli.
"Namun, pelaku pasar juga tetap perlu untuk waspada jika mulai ada yang memanfaatkan penguatan saham-saham di dalam negeri itu untuk ambil untung," katanya.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa katalis positif juga datang dari bursa saham di kawasan Asia yang berada area positif.
"Hal itu kembali membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 114,73 poin (0,52 persen) ke level 21.997,21, indeks Nikkei naik 172,29 poin (1,03 persen) ke level 16.854,18, dan Straits Times menguat 1,01 poin (0,03 persen) ke posisi 2.947,30. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.