Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah 16 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia bergerak seiring dengan bursa saham kawasan Asia yang bergerak di area positif, menguat 6,71 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah 16 poin menjadi Rp13.069 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.053 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa nilai tukar rupiah yang sudah menguat lebih cepat dibandingkan kurs di kawasan Asia, serta Bank Indonesia yang kembali menekankan ketidakinginan penguatan terlalu cepat menjadi salah satu faktor penahan laju mata uang domestik.
"Kondisi itu membuat pergerakan rupiah sedikit menurun dan ruang penguatan rupiah terhadap dolar AS akan menjadi terbatas dalam jangka pendek," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, tekanan juga datang dari data Tiongkok. Pelaku pasar sedang fokus mencermati angka produk domestik bruto (PDB) Tiongkok pada hari ini (15/7) yang diperkirakan kembali melambat sehingga bisa memberikan efek negatif.
Kendati demikian, lanjut dia, sentimen mengenai harga minyak mentah yang relatif stabil masih akan memberikan sentimen positif terhadap rupiah, dengan demikian, koreksi mata uang domestik juga relatif terbatas.
Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai "tax amnesty" masih akan menjaga fluktuasi rupiah untuk tidak tertekan lebih dalam.
Menurut dia, kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) oleh pemerintah meningkatkan harapan ekonomi Indonesia akan tumbuh sesuai target, yakni di atas 5,0 persen.
"Dana repatriasi akan masuk ke dalam negeri karena kebijakan pemerintah itu, dana yang masuk itu nantinya dapat digunakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang akhirnya berdampak pada perekonomian domestik," katanya.
IHSG Menguat
Sementara itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia bergerak seiring dengan bursa saham kawasan Asia yang bergerak di area positif, menguat 6,71 poin atau 0,13 persen menjadi 5.090,24 pada awal perdagangan Jumat pagi.
Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 1,87 poin (0,36 persen) menjadi 874,09.
"Pasar saham Asia pada pagi ini yang membaik memberikan dukungan bagi IHSG untuk kembali bergerak ke area positif," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere.
Kebijakan pengampunan pajak dan rencana pemerintah memberikan kepastian hukum bagi mereka yang ikut dalam program pengampunan pajak, ia menambahkan, juga masih memberi pegaruh positif pada bursa saham domestik.
Di samping itu, menurut dia, juga ada pengaruh dari kenaikan cadangan devisa.
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia akhir Juni 2016 sebesar 109,8 miliar dolar AS, lebih banyak dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2016 sebesar 103,6 miliar dolar AS.
"Kenaikan cadangan devisa akan menjaga fluktuasi rupiah yang stabil, dan akan direspons positif oleh investor," katanya.
Di tingkat regional, indeks Bursa Hang Seng menguat 58,43 poin (0,27 persen) ke level 21.619,49; indeks Nikkei naik 134,03 poin (0,82 persen) ke level 16.519,42; dan Straits Times menguat 29,66 poin (1,02 persen) ke posisi 2.936,23. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.