Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin mengatakan bahwa kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) masih menjadi salah satu faktor yang menopang nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS.
"Di sisi lain, permintaan terhadap mata uang domestik di tengah suasana libur Lebaran juga masih tinggi," katanya.
Selain itu, lanjut dia, laju inflasi bulan Juni 2016 yang relatif terjaga menambah sentimen positif bagi mata uang domestik.
Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Juni yang sebesar 0,66 persen membuat maka inflasi tahun kalender Januari-Juni 2016 sebesar 1,06 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun (year on year/yoy) mencapai 3,45 persen.
Ia menambahkan bahwa pelaku pasar uang juga meyakini bank sentral Amerika Serikat (The Fed) belum akan menaikan suku bunga acuannya dalam waktu dekat karena perlambatan ekonomi global, terutama Tiongkok.
Selain itu, kata dia, hasil pertemuan The Fed pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 14-15 Juni 2016 lalu juga memutuskan menahan suku bunga hingga bisa melihat dampak dari keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).
Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta menambahkan bahwa nilai tukar rupiah berpeluang mempertahankan sentimen penguatannya, namun koreksi mata uang domestik juga berpeluang muncul di tengah turunya harga komoditas dunia.
"Harga komoditas bisa menyebabkan menguatnya dolar AS," katanya.
Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (11/7) pagi ini berada di posisi 44,98 dolar AS per barel, turun 0,95 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 46,38 dolar AS per barel, menguat 0,81 persen.
IHSG Menguat
Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Senin, dibuka menguat menembus level 5.000 poin searah dengan pergerakan bursa saham di luar negeri.
IHSG BEI dibuka naik 49,66 poin atau 1,00 persen menjadi 5.021,24. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 12,37 poin (1,45 persen) menjadi 862,89.
"IHSG BEI masih berada dalam tren bullish (menguat) pasca Lebaran menyusul sinyal positif dari bursa saham eksternal, terutama di Amerika Serikat yakni Indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang menguat hingga menembus level psikologis," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta, Senin.
Menurut dia, mayoritas bursa saham eksternal yang bergerak menguat menandakan bahwa pelaku pasar sudah dapat menerima dan memperhitungkan sentimen negatif setelah Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).
"Dana-dana sempat keluar karena sentimen Brexit kembali mencari tempat penyaluran, Indonesia masih menjadi salah satu tujuan," katanya.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa kebijakan pengampunan pajak atau "tax amnesty" juga masih menjadi katalis bagi IHSG BEI kembali bergerak menguat.
"Karena dana yang masuk karena kebijakan itu akan banyak membantu pertumbuhan ekonomi," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, minimnya sentimen positif baru dari dalam negeri diperkirakan juga akan membatasi pergerakan bursa saham Indonesia pada pekan ini.
Sementara itu bursa saham regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 315,57 poin (1,53 persen) ke level 20.879,74, indeks Nikkei naik 485,74 poin (3,22 persen) ke level 15.592,72, dan Straits Times menguat 32,25 poin (1,13 persen) ke posisi 2.879,96. (*)
IHSG BEI dibuka naik 49,66 poin atau 1,00 persen menjadi 5.021,24. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 12,37 poin (1,45 persen) menjadi 862,89.
"IHSG BEI masih berada dalam tren bullish (menguat) pasca Lebaran menyusul sinyal positif dari bursa saham eksternal, terutama di Amerika Serikat yakni Indeks Dow Jones Industrial (DJI) yang menguat hingga menembus level psikologis," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo di Jakarta, Senin.
Menurut dia, mayoritas bursa saham eksternal yang bergerak menguat menandakan bahwa pelaku pasar sudah dapat menerima dan memperhitungkan sentimen negatif setelah Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).
"Dana-dana sempat keluar karena sentimen Brexit kembali mencari tempat penyaluran, Indonesia masih menjadi salah satu tujuan," katanya.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa kebijakan pengampunan pajak atau "tax amnesty" juga masih menjadi katalis bagi IHSG BEI kembali bergerak menguat.
"Karena dana yang masuk karena kebijakan itu akan banyak membantu pertumbuhan ekonomi," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, minimnya sentimen positif baru dari dalam negeri diperkirakan juga akan membatasi pergerakan bursa saham Indonesia pada pekan ini.
Sementara itu bursa saham regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 315,57 poin (1,53 persen) ke level 20.879,74, indeks Nikkei naik 485,74 poin (3,22 persen) ke level 15.592,72, dan Straits Times menguat 32,25 poin (1,13 persen) ke posisi 2.879,96. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.