Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 18 poin, sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka turun sebesar 10,99 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 18 poin menjadi Rp13.195 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.177 per dolar AS.
"Harga minyak mentah dunia yang kembali tertekan berdampak negatif bagi mata uang komoditas, termasuk rupiah terhadap dolar AS," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah yang masih berada dalam tren pelemahan berpeluang terus tertekan menyusul gagal tercapainya kesepakatan pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) mengenai pembatasan produksi minyak mentah.
Terpantau harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (18/4) pagi ini, berada di level 38,42 dolar AS per barel, turun 4,81 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 41,13 dolar AS per barel, melemah 4,13 persen.
Kendati demikian, lanjut dia, membaiknya pertumbuhan ekspor dan impor serta perubahan kebijakan Bank Indonesia dari sebelumnya menggunakan "BI Rate" menjadi "BI 7 Days Repo Rate" bisa memberikan optimisme tambahan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di 2016 yang diperkirakan bisa lebih tinggi dibanding 2015.
Badan Pusat Statistik mencatat kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2016 mencapai 11,79 miliar dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 4,25 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya 11,31 miliar dolar AS. Sementara impor naik sebesar 11,01 persen menjadi 11,29 miliar dolar AS jika dibandingkan bulan sebelumnya 10,17 miliar dolar AS.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan bahwa kebijakan Bank Indonesia yang akan menjaga koridor suku bunga yang simetris dan lebih sempit, yaitu batas bawah koridor (deposit facility rate/DF rate) dan batas atas koridor (lending facility rate/LF rate) berada masing-masing 75 basis poin di bawah dan di atas "BI 7 Days Repo Rate" diharapkan direspons positif pasar.
"Kebijakan itu diharapkan dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke depannya," katanya. ***3***
IHSG Turun
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka turun sebesar 10,99 poin seiring dengan kekhawatiran investor terhadap harga minyak mentah dunia yang kembali turun.
IHSG BEI melemah sebesar 10,99 poin atau 0,23 persen menjadi 4.812,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,59 persen menjadi 829,68.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa indeks BEI melemah seiring dengan bursa saham eksternal menyusul pertemuan produsen minyak yang tergabung dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan non-OPEC gagal mencapai kesepakatan.
"Pejabat bank sentral global sedang mencemaskan ekonomi dunia, di mana harga komoditas dan harga minyak dunia cenderung menurun, situasi itu memicu investor melakukan aksi lepas saham," katanya.
Terpantau harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (18/4) pagi ini, berada di level 38,42 dolar AS per barel, turun 4,81 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 41,13 dolar AS per barel, melemah 4,13 persen.
Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi global tersebut juga membuat lembaga dana moneter internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,2 persen dari sebelumnya 3,4 persen.
NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa perubahan kebijakan bunga acuan dari sebelumnya menggunakan "BI Rate" menjadi "BI 7 Days Repo Rate", diharapkan direspons positif oleh pelaku pasar saham.
"Persepsi yang salah terhadap kebijakan itu telah membawa saham-saham perbankan ke area negatif," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 207,39 poin (0,97 persen) ke level 21.109,08, indeks Nikkei turun 505,39 poin (3,00 persen) ke level 16.342,71, dan Straits Times melemah 21,79 poin (0,71 persen) ke posisi 2.903,16. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.