Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan naik tipis .

 Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sebesar 22 poin menjadi Rp13.111 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.133 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa mengatakan spekulasi terhadap bank sentral AS yang tidak akan menaikan suku bunga acuan mendorong pelaku pasar uang untuk kembali berburu aset di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. 

"Bank sentral AS sedang menilai kekuatan ekonominya dan global. Kecemasan perlambatan global masih membayangi rencana bank sentral AS untuk menaikan suku bunganya karena dikhawatirkan dapat mempengaruhi ekonomi AS," katanya.

Ia menambahkan bahwa harga minyak yang kembali bergerak di level 40 dolar AS per barel turut menjadi faktor yang menopang laju mata uang komoditas, seperti rupiah. Harga minyak mentah jenis WTI pada Selasa pagi ini terpantau berada di level 40,30 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent di posisi 42,75 dolar AS per barel.

"Harga minyak cukup stabil dengan kecenderungan menguat menjelang pembicaraan antara para produsen terbesar di dunia untuk pembatasan produksi," katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa membaiknya harga minyak mentah dunia berdampak pada harga komoditas yang membaik sehingga berimbas positif terhadap mata uang rupiah di pasar valas dalam negeri.

"Di sisi lain, penguatan juga terlihat di pasar surat utang pemerintah bertenor 10 tahun. Kondisi itu menambah ruang penguatan bagi mata uang domestik," katanya.

Ia mengharapkan bahwa angka penjualan motor dan mobil yang sedianya akan dirilis pada pekan ini membukukan perbaikan. Fokus pasar juga akan tertuju pada pembahasan APBN-P 2016 yang juga akan menentukan prospek pertumbuhan ekonomi ke depan. 


IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka naik tipis sebesar 1,44 poin seiring dengan sentimen positif yang beredar dari dalam negeri dan eksternal.

IHSG BEI dibuka menguat sebesar 1,44 poin atau 0,03 persen menjadi 4.788,42. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 0,04 persen menjadi 826,67.

"Sentimen positif yang kembali beredar, baik dari dalam maupun luar negeri menopang laju indeks BEI untuk bergerak di area positif," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa sentimen dari dalam negeri yakni terkait dengan rencana pemerintah yang akan memangkas pajak perusahaan dari saat ini 25 persen menjadi 20 persen. Bahkan, pemerintah akan memangkas pajak perusahaan secara gradual hingga 17,5 persen.

Dari eksternal, lanjut dia, serangkaian data Tiongkok yang dirilis menunjukan hasil positif, di antaranya cadangan devisa Tiongkok yang meningkat di bulan Maret menyusul meredanya tekanan keluar arus modal seiring stabilnya mata uangnya. Cadangan devisa Tiongkok naik menjadi 3,21 triliun.

Selain itu, ia mengatakan bahwa bank sentral AS yang kembali menunda untuk menaikan suku bunganya akibat masih tingginya risiko ekonomi global membuat aset-aset di negara berkembang, seperti saham masih diminati.

"Sentimen eksternal itu juga turut menopang bursa saham di kawasan Asia, termasuk IHSG BEI," katanya.

Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Hadiyansyah mengatakan bahwa kondisi pasar saham saat ini masih berada dalam tren penguatan, investor masih dapat menambah proporsi pada ekuitas secara selektif.

"Jika terjadi koreksi merupakan hal yang wajar dan dapat dijadikan sebagai kesempatan untu melakukan akumulasi. Estimasi pergerakan indeks BEI Selasa ini berada di kisaran 4.757-4.840 poin," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 75,27 poin (0,37 persen) ke level 20.445,67, indeks Nikkei turun 70,39 poin (0,44 persen) ke level 15.751,13, dan Straits Times melemah 0,92 poin (0,03 persen) ke posisi 2.809,24.  (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026