"Dari jumlah yang terlayani 44.663 itu juga termasuk gabungan dari balita dan anak-anak dari luar Kabupaten Situbondo, pada saat petugas melakukan PIN Polio di tempat keramaian," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kabid P2PL) pada Dinas Kesehatan Situbondo Edy Suprapto di Situbondo, Selasa.
Ia mengemukakan, target PIN Polio Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo semula 44.591 balita dan anak-anak, namun dari data target itu menggunakan data lama atau tidak melakukan pendataan ulang sehingga saat pelaksanaan angkanya bertambah dan melebihi target.
Meski demikian, kata dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo sudah melebihi target yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni 95 persen.
"Kami masih akan cek kembali data yang masuk dari teman-teman di setiap puskesmas di 17 kecamatan Kabupaten Situbondo serta data target PIN Polio," katanya.
Menurut Edy Suprapto, petugas Dinas Kesehatan yang tersebar di seluruh puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu, berjumlah lebih dari 3.000 orang, 50 persen di antaranya terjun ke lapangan guna menyukseskan PIN Polio yang dilakukan serentak.
Dalam pelaksanaan program PIN Polio 2016, lanjut dia, pihaknya sempat mengalami kesulitan karena ada beberapa wilayah di Situbondo yang akses jalannya sulit, yakni di daerah pegunungan.
"Selain itu juga kesulitan kami, ada beberapa orang yang tidak mau diimunisasi, karena adanya isu vaksin polio dibuat dari hal yang kurang meyakinkan. Padahal MUI sudah memperbolehkan atau menghalalkan. Tapi yang tidak mau diimunisasi karena isu itu hanya beberapa saja," ujarnya.
Ia juga menambahkan, untuk menyukseskan program PIN Polio 2016, sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo telah melakukan terobosan dengan berkoordinasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat akan pentingnya imunisasi untuk kesehatan bagi balita dan anak-anak umur 0 hingga 59 bulan.
"Untuk jangka pendek dan jangka panjang imunisasi polio itu penting, agar tidak mudah terkena penyakit," tuturnya. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.