Sudah ada satu kasus bencana angin puting beliung yang menerjang rumah warga di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari pada Senin (16/11) sore
Jember (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur, menyatakan kesiagaan terhadap bencana angin puting beliung di kabupaten setempat selama musim pancaroba.
"Sudah ada satu kasus bencana angin puting beliung yang menerjang rumah warga di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari pada Senin (16/11) sore," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo, di Kantor BPBD Jember, Selasa.
Data yang dihimpun petugas BPBD di lapangan, angin puting beliung merusak tiga rumah warga, dengan rincian satu rumah rusak berat dan dua rumah mengalami rusak ringan karena gentengnya berhamburan diterjang angin tersebut.
"Tidak ada korban jiwa dan korban luka karena pada saat terjadi angin puting beliung, pemilik rumah berada di luar rumah," katanya.
Selain merusak rumah warga, lanjutnya, bencana angin puting beliung juga merobohkan sejumlah pohon yang berada di Kecamatan Sumbersari, sehingga petugas melakukan pemotongan pohon yang melintang di jalan.
"Untuk sementara tindakan yang dilakukan oleh BPBD Jember yakni memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada korban dan untuk korban yang rumahnya mengalami rusak berat akan diberikan bantuan," paparnya.
Heru mengimbau warga untuk mewaspadai bencana angin puting beliung saat peralihan dari musim kemarau ke penghujan karena bencana tersebut berpotensi terjadi hampir di 31 kecamatan di Jember dan diprediksi akan berlangsung beberapa hari ke depan.
"Terjadinya bencana angin tersebut tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi kapan saja selama musim pancaroba, sehingga kami imbau masyarakat tetap waspada," ujarnya.
Ia menjelaskan angin puting beliung memang tidak bisa diprediksi, namun bisa dilihat dengan tanda berupa adanya awan CB (Comolonimbus) atau awan tebal dengan pinggiran putih yang jelas dan ada tanda pusaran di tengah kumpulan awan.
Sementara itu, pihak Badan Meteorologi, Krimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karang Kates, Selasa, memberikan pelatihan kepada petugas BPBD Jember untuk mengoperasikan pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Kebencanaan.
Kepala Stasiun BMKG Karangkates, Musripan mengatakan pusdalop dapat memberikan informasi kebencanaan terkait tsunami dan gempa bumi yang terkoneksi dari pusat ke daerah.
"Jika sewaktu-waktu ada gejolak alam yang mengarah pada terjadinya bencana, terutama bencana tsunami dan gempa bumi maka BPBD setempat bisa segera melakukan langkah-langkah mitigasi bencana dan masyarakat terhindar dari ancaman bencana itu," tuturnya.(*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.