"Api yang diambil dari Kayangan Api akan disemayamkan di pendopo pemkab, yang menjadi puncak hari jadi kabupaten. Kemudian dilanjutkan dengan acara "Grebeg Berkah Jonegaran"," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid, di sela-sela pelaksanaan upacara pengambilan api.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Senin, menggelar upacara pengambilan api di Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, yang akan menandai puncak hari jadi ke-338 kabupaten.
    
"Api yang diambil dari Kayangan Api akan disemayamkan di pendopo pemkab, yang menjadi puncak hari jadi kabupaten. Kemudian dilanjutkan dengan acara "Grebeg Berkah Jonegaran"," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Amir Syahid, di sela-sela pelaksanaan upacara pengambilan api.
    
Upacara pengambilan api diawali dengan tari-tarian 13 penari yang berputar di lingkaran Kayangan Api, dengan membuang bunga, yang kemudian dilanjutkan pengambilan api oleh juru kunci setempat untuk diserahkan kepada Camat Ngasem Machmuddin.
    
Masih di lokasi Kayangan Api,  Machmuddin kemudian menyerahkan obor api kepada pelari dari Kepolisian Resor (Polres) Aiptu Pol. Fauzi WR.
    
Dengan kendaraan roda empat obor api itu, kemudian dibawa   ke Desa Ngunut, Kecamatan Dander, yang berbatasan dengan Kecamatan Ngasem.
    
"Obor api ini saya bawa lari dari Desa Ngunut, Kecamatan Dander, diiringi 30 pelari menuju kota. Jaraknya sekitar 17 kilometer," ucap Aiptu Pol. Fauzi.
    
Amir mengakui pelaksanaan prosesi pengambilan api di Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem dan acara "Grebeg Berkah Jonegaran", belum mampu menarik wisatawan domestik (wisdom) luar daerah.
    
"Pengunjung pengambilan api juga "Grebeg Berkah Jonagaran" masih warga lokal. Belum ada pengunjung luar daerah yang ikut menyaksikan," katanya.
    
Meski demikian, menurut dia, pemkab akan terus mendorong pelaksanaan pengambilan api dan acara "Grebeg Jonegaran", mampu menarik wisdom luar daerah, bahkan wisatawan manca negara (wisman).
    
Ia memberikan gambaran dalam pelaksanaan "Grebeg Berkah Jonegaran" tahun lalu untuk tumpeng besar berukuran tinggi 2,5 meter hanya satu tumpeng yang berisi berbagai hasil bumi daerahnya.
    
Tapi, katanya, dalam "Grebeg Berkah Jonegaran" kali ini ada 28 tumpeng besar juga berisi berbagai produk pertanian dari 28 kecamatan.
    
"Harapan kami dengan semakin besarnya acara "Grebeg Berkah Jonegaran" akan mampu menarik wisdom dan wisman," ucapnya. (*)



Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026