"Air Bengawan Solo yang kita ambil di dua lokasi sudah dikirim ke Laboratorium Lingkungan BLH Mojokerto, pekan lalu," kata Kepala Bidang Pengkajian dan Laboratorium BLH Pemkab Bojonegoro Hary Susanto, di Bojonegoro, Rabu.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, mengambil air Bengawan Solo di Desa Sudah, Kecamatan Malo dan Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Mojokerto.
    
"Air Bengawan Solo yang kita ambil di dua lokasi sudah dikirim ke Laboratorium Lingkungan BLH Mojokerto, pekan lalu," kata Kepala Bidang Pengkajian dan Laboratorium BLH Pemkab Bojonegoro Hary Susanto, di Bojonegoro, Rabu.
    
Ia menyampaikan hal itu terkait adanya laporan yang masuk bahwa air Bengawan Solo, di daerah setempat tercemar, disebabkan tumpahan minyak penambang pasir mekanik, juga pompa air di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).
    
Oleh karena itu, menurut dia, pemeriksaan air Bengawan Solo dilakukan di dua lokasi di Kecamatan Malo dan Kalitidu, karena di wilayah setempat banyak penambang pasir mekanik.
    
"Kemungkinan tumpahan solar penambang pasir mekanik, juga pompa air areal pertanian, mengakibatkan terjadinya pencemaran," ucapnya.
    
Ia mengaku belum tahu hasil uji laboratorium terkait air Bengawan Solo di BLH Mojokerto, karena pemeriksaan belum selesai.
    
"Kami sudah mendesak kepada Laboratorium Lingkungan Hidup BLH Mojokerto, untuk mempercepat hasil pemeriksaan terutama mengirimkan data kandungan yang penting untuk segera diketahui," tuturnya.
    
Meski demikian, katanya, pengamatan yang dilakukan bahwa air Bengawan Solo di tepi yang sekarang ini berwarna hijau, dan menimbulkan bau mirip obat pinisilin, lebih banyak dipengaruhi tumbuhan air Bengawan Solo yang membusuk.
    
"Tumbuhan air kecil-kecil, yang membusuk menepi menimbulkan warna hijau dan berbau mirip obat pinisilin," ucapnya, menegaskan.
    
Kepala Bidang Layanan Langganan PDAM Pemkab Bojonegoro Joko Siswanto, menambahkan adanya pencemaran air Bengawan Solo tidak mempengaruhi kualitas air PDAM yang mengambil air dari Bengawan Solo.
    
"Air PDAM yang mengambil air dari Bengawan Solo tetap bagus, sebab sudah mengalami proses pengolahan," katanya, menegaskan.
    
Ia menambahkan pelayanan pelanggan air PDAM, dengan instalasi pengolah air (IPA), yang memanfaatkan air Bengawan Solo yaitu di Kecamatan Purwosari, Trucuk dan Kanor.
    
"Sejauh ini tidak ada keluhan dari pelanggan PDAM soal kualitas air," ucapnya, menegaskan. (*)


Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026