Sejak adanya operasi pasar, harga sembako terutama empat macam komoditas yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat yakni beras, minyak goreng, gula serta tepung bisa ditekan.Gresik, (Antara Jatim) - Harga komoditas sembilan bahan pokok di Gresik, Jatim, turun antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogramnya, setelah adanya operasi pasar di beberapa lokasi wilayah itu, kata Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Gresik, Najikh, Kamis.
"Sejak adanya operasi pasar, harga sembako terutama empat macam komoditas yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat yakni beras, minyak goreng, gula serta tepung bisa ditekan," kata Najikh usai melakukan pantauan harga di beberapa pasar.
Najikh yang juga Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Gresik itu mengaku penurunan ini merupakan upaya pemkab yang terus menerus melaksanakan operasi pasar sembako.
"Kami melaksanakan operasi pasar sekitar sebulan penuh mulai 16 Juni 2015 sampai 15 Juli 2015 menjelang Lebaran. Ada empat komoditas yaitu beras, gula, minyak goreng kemasan, dan tepung terigu dengan lokasi operasi pasar di beberapa titik," katanya.
Najikh menjamin setiap harga sembako yang dijual dalam operasi pasar tidak akan naik dan dipatok tetap selama sebulan, seperti harga beras Rp8500, minyak goreng Rp10 ribu/liter, gula curah Rp10.750/kg serta tepung terigu Rp7500/kg.
"Transaksinya dari atas truk dalam bentuk paket. Biasanya truk yang beroperasi sejak jam 06.00 ini pada jam 10 pagi sudah ludes. Setiap operasi ada 750 kg beras, 750 kg gula, 600 liter minyak goreng dan 400 kg tepung terigu," katanya.
Sementara berdasarkan hasil pantauan TPID, Najikh mengaku beberapa harga komoditas seperti cabe besar mengalami kenaikan yakni Rp35 ribu/kg dari harga sehari sebelumnya Rp26 ribu/kg.
"Cabe besar naik setelah saya melakukan pemantauan di Pasar Baru Gresik dan diikuti harga daging ayam potong yang mencapai Rp30 ribu/kg. Padahal pada minggu sebelumnya masih Rp26 ribu dan 3 hari yang lalu naik menjadi Rp28 ribu/kg," katanya.
Najikh berharap, meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, namun kenaikan itu tidak terlalu berlebihan, sehingga inflasi di daerah mampu ditekan .(*)
Pewarta: Abdul Malik IbrahimEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.