Oleh Zubi Mahrofi Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah sebesar lima poin menjadi Rp13.163 per dolar Amerika Serikat dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp13.158/dolar AS. "Nilai tukar rupiah bergerak melemah ketika mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS. Sentimen negatif internal sepertinya masih menghalangi rupiah untuk bergerak positif," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Senin. Menurut dia, perkiraan inflasi oleh Bank Indonesia (BI) yang masih tinggi pada bulan Mei ini menjadi salah satu alasan pergerakan mata uang rupiah kembali berada di area negatif. Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar uang juga masih khawatir terhadap pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen yang yakin kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) akan naik pada tahun ini. "Janet Yellen dalam pidatonya mengatakan bahwa kenaikan suku bunga the Fed masih akan terjadi pada tahun ini jika kondisi perekonomian AS terus membaik," paparnya. Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova, menambahkan bahwa the Fed yang belum memastikan waktu kenaikan suku bunganya akan terus membayangi laju rupiah. Selama belum adanya kepastian waktu dari the Fed, rupiah akan cenderung mengalami depresiasi. Secara psikologis, menurut dia, sentimen yang belum pasti akan memicu pelaku pasar uang mengakumulasi nilai tukar yang dianggap dapat menjaga nilai aset. Dalam hal ini dolar AS masih menjadi favorit investor. Namun, dia berharap pemerintah yang menerbitkan surat utang syariah (sukuk) global senilai dua miliar dolar AS dapat memperkuat fiskal Indonesia. Fiskal yang kuat akan menjaga ketahan ekonomi domestik dari sentimen negatif eksternal. IHSG Melemah IHSG dibuka melemah 5,31 poin Senin, 25 Mei 2015 10:09 WIB | 2.591 Views Pewarta: Zubi Mahrofi IHSG dibuka melemah 5,31 poin Di bursa regional, indeks Bursa Hang Seng menguat 469,11 poin (1,70 persen) ke level 27.992,83; indeks Nikkei naik 128,64 poin (0,63 persen) ke level 20.393,05 dan Straits Times menguat 5,19 poin (0,15 persen) ke posisi 3.455,00.(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 5,31 poin atau 0,10 persen menjadi 5.309,83 pada pembukaan pasar Senin. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 turun 1,35 poin (0,17 persen) menjadi 925,05. "Sebagian investor yang kembali melanjutkan aksi ambil untung menjadi salah satu faktor IHSG BEI berada di area negatif," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada. Kendati demikian, menurut dia, masih ada anggapan sebagian pelaku pasar saham yang menilai harga saham dalam negeri yang masih relatif rendah dapat mengimbangi aksi ambil untung sehingga potensi IHSG BEI bergerak ke area positif masih terbuka. "Kami harapkan, aksi jual dapat berkurang sehingga IHSG pun dapat melanjutkan untuk membentuk tren kenaikan jangka menengahnya. Apalagi, kondisi bursa saham di kawasan Asia mayoritas bergerak positif," katanya. Kepala Riset Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan apresiasi terhadap perekonomian Indonesia akan menjadi katalis positif bagi IHSG BEI pada pekan ini. Ia mengemukakan Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim memuji pertumbuhan Indonesia yang rata-rata tumbuh enam persen dalam 10 tahun terakhir. Jim Yong Kim juga memuji keberhasilan Indonesia memangkas angka kemiskinan menjadi 11,2 persen dalam 15 tahun terakhir. Selain itu, lanjut dia, kebijakan pemerintah yang dinilai cukup efektif dan terarah memperkuat fiskal dan memperbaiki ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026