Bojonegoro (Antara Jatim) - Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) lebih peduli kepada masyarakat di sekitar lokasi kerjanya, karena kasus kebocoran sumur minyak berpeluang terjadi. "Kami minta JOB PPEJ lebih peduli kepada masyarakat, sebab saat ini ada pekerjaan pembersihan sumur minyak, sehingga kasus kebocoran sumur minyak yang menimbulkan bau busuk berpeluang terjadi lagi," kata Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro Sugeng Hari Anggoro, di lapangan A sumur minyak Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Senin. Menurut dia, JOB PPEJ seharusnya bisa langsung mengantisipasi ketika sumur minyak Sukowati mengeluarkan gas beracun H2S (Hidrogen Sulfida), pada 25 April. Apalagi, lanjut dia, selama ini sudah dilakukan latihan berulang-ulang dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengantisipasi kalau terjadi kegagalan dalam pekerjaan industri migas. "Tapi kenyataannya setelah masyarakat ribut mencium bau busuk, baru JOB PPEJ datang," tandasnya. Selain itu, lanjut dia, JOB PPEJ juga kurang memperhatikan nasib korban. Ia mencontohkan salah seorang korban warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Semi (70), yang harus pulang sendiri setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada JOB PPEJ lebih memperhatikan masyarakat, karena di lapangan A di Desa Campurejo, Kecamatan Kota dan lapangan B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, masih ada pekerjaan membersihkan sumur minyak. "Kami minta kasus kebocoran sumur minyak Sukowati tidak terulang lagi," katanya, menegaskan. "Security Government Relation" JOB PPEJ Yoga S Utama, kepada rombongan Komisi A DPRD, menjelaskan pihaknya sudah memperhatikan masyarakat di lingkungan kerjanya, salah satunya dengan memberikan "corporate social responsibility" (CSR). Ketika terjadi kebocoran sumur minyak, lanjut dia, pihaknya langsung bersiaga dan mengerahkan ambulan untuk menolong korban. "Kami maksimal memberikan perhatian kepada masyarakat," ucapnya. Dalam kejadian kebocoran sumur minyak Sukowati 21, mengakibatkan puluhan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, diungsikan, di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Kota, setelah mengalami gejala keracunan pusing-pusing, mual dan mencium bau busuk. "Sumur minyak Sukowati 21 mengeluarkan gas H2S tidak lama, tapi penanganan untuk mengatasi kebocoran gas berlangsung sekitar 30 menit," kata Yoga. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026