Malang (Antara Jatim) - Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, di Jalan Tugu mendadak berubah menjadi galeri lukisan karena puluhan lukisan berbagai tema kreasi sejumlah perupa dipamerkan di lobi gedung tersebut, Senin. Puluhan lukisan dengan berbagai tema yang dipajang di lobi kantor wakil rakyat itu diberi tajuk "Inspirasi Seni untuk Negeri". Pameran tersebut diselenggarakan DPRD Kota Malang ini untuk memberikan apresiasi bagi para perupa seni lukis dan seniman secara umum di Kota Malang. "Kami sengaja mengadakan pameran lukisan di lobi gedung dewan ini sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi kami terhadap seniman dan dunia seni pada umumnya. Potensi seni di Kota Malang ini sesungguhnya sangat baik, sehingga harus ada wadah agar karya seni mereka bisa dinikmati dan dikenal masyarakat luas," kata Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono disela-sela pameran. Dengan adanya wadah bagi perupa seni lukis dan seniman di Kota Malang, katanya, motivasi dan semangat mereka untuk mengekspresikan karya seni mereka bisa lebih optimal. "Kami juga mengapresiasi Asta Citra Perupa Malang (ACPM) yang menyumbang sejumlah lukisan untuk berpartisipasi dalam pameran ini," kata politisi PDIp tersebut. Sementara itu Wali Kota Malang Moch Anton berharap pameran lukisan yang diselenggarakan wakil rakyat itu mampu menumbuhkan rasa cinta masyarakat pada kebudayaan, apalagi mayoritas lukisan yang dipamerkan lebih abnyak menggambarkan tentang potret kebudayaan serta keindahan alam Indonesia. "Pameran lukisan ini punya fungsi strategis, khususnya bagi anak-anak muda agar menghargai karya seni lukis," ujarnya. Salah seorang pelukis yang menggunakan mulut dan kakinya sebagai pengganti tangan, Sodikin, menyatakan keindahan Kota Malang yang dikenal di seluruh penjuru Nusantara, bahkan dunia itu kini mulai memudar. Melalui goresan kuas di kanvas dengan satu kakinya, Sodikin menuangkan aspirasinya yang mengkritik pembangunan di kota pendidikan itu yang telah menghilangkan jargon utamanya. Lukisan yang semakin jelas bentuknya itu menggambarkan taman Balai Kota Malang yang dikelilingi menara, bahkan sudut Kota Malang yang banyak menyimpan gedung-gedung bersejarah dan seharusnya menjadi cagar budaya, justru tergilas dan posisinya digantikan dengan bangunan baru. Modernisasi terus menggerus wajah Kota Malang yang beberapa tahun silam menjadi jujugan turis asing karena bangunan bersejarah dan berarsitektur kolonial Belanda tersebut. "Perubahan wajah Kota Malang ini sudah kelewatan, bangunan kuno sudah musnah, bahkan sekarang taman bunga yang elok dan menebarkan semerbak harum pun sudah berganti dengan bunga plastik. Saya benar-benar prihatin dengan kondisi Kota Malang yang berubah drastis tanpa meninggalkan sisi estetikanya yang dulu menjadi ikon kota ini," kata Sodikin.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026