Malang (Antara Jatim) - Proses pelaksanaan ujian nasional (UN) berbasis komputer (CBT) di SMA Negeri 4 Kota Malang, Jawa Timur, sempat diwarnai padamnya listrik karena tidak mampu menahan beban, meski hanya berlangsung beberapa menit. Kepala SMA Negeri 4 Kota Malang Tri Suharno di Malang, Senin mengakui listrik padam itu tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan UN yang berbasis komputer tersebut, apalagi sekolah sudah menyiapkan generator set (genset) sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman, sehingga siswa tidak perlu khawatir atau panik. \"Secara umum pelaksanaan UN berbasis komputer ini berjalan lancar. Saya yakin anak-anak bisa mengerjakan soal dengan baik dan prosesnya pun juga tidak ada kendala, sebab anak-anak sudah latihan dan familiar dengan UN ini, meski tadi sempat terjadi pemadaman dan koneksi sempat terputus,\" ujarnya. Salah seorang siswa peserta UN berbasis komputer Ananda mengaku tidak panik meski listrik sempat padam sekitar tiga menit. Komputer yang ia gunakan tinggal menyalakan ulang dengan token yang diberikan oleh protor, selanjutnya melakukan login ulang, kemudian melanjutkan mengerjakan soal-soal yang belum dikerjakan. \"Tidak ada masalah, sebab kami sudah latihan pada saat \'try out\' dan tidak berpengaruh terhadap proses pengerjaan soal, apalagi padamnya listrik tadi juga tidak lama, sehingga seperti tidak terjadi apa-apa. Dan, alhamdulillah semua lancar,\" ujarnya. Sementara itu anggota DPRD Provinsi Jatim, Agus Dono W, yang melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SMA di Kota Malang, mengatakan hambatan kecil dalam pelaksaan UN berbasis komputer merupakan hal yang wajar karena pelaksanaannya baru pertama kali, apalagi hambatan itu juga segera diatasi, sehingga tidak ada masalah. Ia berharap ke depan akan lebih abnyak lagi sekolah yang melaksanakan UN berbasis komputer agar lebih efisien, terutama meminimalkan penggunaan kertas dan memudahkan pengawalan. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026