Sumenep (Antara Jatim) - Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, menggagas program polisi lalu lintas (polantas) masuk desa sebagai rangkaian kegiatan Operasi Simpatik Semeru 2015. "Secara teknis, nantinya kami bersama anggota akan duduk bersama dengan warga untuk diskusi atau berdialog tentang program dan tugas rutin kami," kata Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Musa Bakhtiar di Sumenep, Kamis. Sebelum dialog, nantinya ada penyampaian program maupun tugas rutin satuan lantas kepada warga yang menjadi peserta program polantas masuk desa, di antaranya tata cara memperoleh surat izin mengemudi (SIM) dan berkendara yang aman dan nyaman. "Kami tidak bosan untuk mengingatkan warga supaya mengurus SIM secara langsung agar terhindar dari calo. Kami berharap program tersebut mendapat respons dari warga," ujarnya. Musa menjelaskan, sesuai jadwal yang telah disusunnya, program polantas masuk desa akan dilaksanakan pada 6-21 April 2015. "Ini merupakan program baru yang kami gagas bersamaan sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Simpatik Semeru 2015," ucapnya, menerangkan. Rencananya, kata dia, program polantas masuk desa akan dilaksanakan di 19 kecamatan di wilayah daratan. "Kalau tidak ada perubahan jadwal, kami akan mengundang perwakilan kepala desa dan polsek untuk menyosialisasikan program polantas masuk desa sekaligus bermusyawarah tentang teknis pelaksanaannya pada Sabtu (4/4)," paparnya. Ia menjelaskan, secara internal, pihaknya telah menyiapkan anggotanya untuk melaksanakan program polantas masuk desa. "Kami juga ingin menjadikan program polantas masuk desa ini sebagai bentuk lain sebuah silaturrahmi antara kami dengan warga," kata Musa, menambahkan. Operasi Simpatik 2015 merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan seluruh jajaran Polri sejak 1 April hingga 21 April. Polres Sumenep memulai Operasi Simpatik Semeru 2015 dengan menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada warga setempat pada Rabu (1/4). (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026