Oleh Zubi Mahrofi Jakarta, (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah sebesar 23 poin menjadi Rp13.058 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.035 per dolar AS. \"Pernyataan Gubernur the Fed Janet Yellen yang belum akan menaikan suku unganya ternyata tidak bertahan lama, dolar AS kembali mengalami apresiasi setelah terkoreksi pada hari perdagangan kemarin (Kamis, 19/3),\" kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Jumat. Selain itu, lanjut dia, pengumuman lembaga dana moneter internasional (IMF) yang memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia di 2015 menjadi 5,2 persen juga bisa menambah sentimen negatif terhadap rupiah serta pasar modal. IHSG Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka melemah sebesar 20,70 poin seiring dengan pergerakan bursa saham di kawasan regional yang cenderung melemah. IHSG BEI dibuka melemah sebesar 20,70 poin atau 0,38 persen menjadi 5.433,15. Sementara kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) turun 5,23 poin (0,55 persen) ke level 944,50. \"Indeks saham di wilayah Asia Pasifik, termasuk IHSG pagi ini cenderung diwarnai aksi ambil untung, mengingat sebagian indeks utama global belum menunjukan \'rally\' kuat secara berkelanjutan,\" kata analis Samuel Sekuritas Akhmad Nurcahyadi di Jakarta, Jumat. Akhmad Nurcahyadi mengemukakan bahwa indeks AS Kamis malam juga bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah setelah investor kembali melihat potensi kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate) yang tetap akan terjadi pada tahun ini, meskipun secara bertahap. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026