Surabaya (Antara Jatim) - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur menjamin pada pelaksanaan ujian nasional (UN) computer based test (CBT) mendatang bebas pemadaman listrik karena perusahaan itu sudah mempersiapkan berbagai upaya mengantisipasi kejadian tersebut.
"Peristiwa yang memang paling dikhawatirkan pihak sekolah adalah pemadaman listrik. Untuk itu, ada beberapa sekolah yang telah menyediakan genset," kata Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Distribusi Jatim, Suhatman, di Surabaya, Senin.
Ia menyatakan, kesiapan yang dilakukan perusahaan tersebut sekaligus bertujuan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan ujian nasional dengan sistem CBT. Apalagi, hingga saat ini kondisi daya di PLN Jatim mengalami surplus.
"Sampai sekarang kami memiliki daya 8.700 MegaWatt (MW) sedangkan beban puncak masih sekitar 4.700 hingga 5.000 MW," ujarnya.
Di sisi lain, jelas dia, selama ini pihaknya juga masih memiliki sisa daya. Bahkan PLN Distribusi Jatim berkomitmen provinsi ini tidak akan kekurangan listrik kecuali ada hal-hal yang tidak diinginkan mengingat situasi itu di luar prediksinya.
"Beberapa hal-hal yang di luar prediksi kami contohnya saat pelaksanaan UN CBT, tiba-tiba ada hujan lebat dan menumbangkan pohon yang dekat dengan kabel PLN," katanya.
Akibat pohon tumbang, tambah dia, bisa saja membuat sejumlah kabel menjadi putus sehingga aliran listrik menjadi terhenti. Dengan demikian, sejumlah kejadian itu memang di luar kehendak perusahaan.
"Kami sebenarnya tidak takut hujan. Apalagi kadang hujan menyebabkan kabel-kabel milik PLN bermasalah putus dan lain-lain," katanya.(*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.