Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik siap menggelar operasi pasar secara rutin, hingga harga beras di sejumlah pasar tradisional wilayah setempat kembali stabil.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik, Mokh Najih, Kamis mengatakan, operasi pasar sudah digelar sejak Senin (23/2), dan hingga kini masih terus dilakukan di sejumlah pemukiman.
"Pada hari pertama, operasi pasar kita gelar di sekitar Rusunawa Karang Turi Jalan Usman Sadar Gresik. Selanjutnya, esok hari di wilayah Kelurahan Kroman, dan terus berlanjut ke kantong-kantong pemukiman masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, antusiasme masyarakat Gresik terhadap operasi pasar sangat tinggi, terbuki operasi pasar yang digelar Kamis, hanya berlangsung satu jam, dengan persediaan beras mencapai 4 ton.
"Hari ini, 4 ton beras operasi pasar yang dijual seharga Rp7300 per kilogram ludes, dan ini menunjukkan antusias masyarakat Gresik membeli beras operasi pasar sangat tinggi," katanya.
Bahkan, kata Najih, masyarakat sekitar Rusunawa Karang Turi yang belum sempat kebagian beras berharap truk Sub Dolog Jawa Timur Drive V bisa kembali lagi Jumat (27/2) besok.
Najih menjelaskan, operasi pasar yang digelar dilakukan dengan membatasi setiap warga dengan pemebelian 2 paket beras, dengan masing-masing paket berisi 5 kilogram.
Operasi pasar digelar Pemkab Gresik untuk mengendalikan harga beras yang sudah melambung melambung di pasaran, yang mencapai Rp10 ribu per kilogram untuk kelas medium.
"Oleh karena itu, kamis melakukan kesepakatan dengan pihak Sub Dolog Jawa Timur Drive V dengan harga yang ditekan 15 persen, dan operasi pasar akan dilaksanakan sampai harga beras kembali stabil," katanya.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.