Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur akan meningkatkan produksi berasnya dengan mengaktifkan kembali lahan tidur atau lahan tidak aktif menjadi lahan pertanian.
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Selasa mengatakan pola mengaktifkan kembali lahan tidur dilakukan dengan dukungan pengairan setelah beroperasinya Bendung Gerak Sembayat (BGS) pada tahun 2016.
Selain itu beberapa upaya lain juga dilakukan, yakni melakukan perbaikan pola tanam, kesiapan pupuk, pembangunan jalan usaha tani serta pembangunan jaringan irigasi tingkat usaha tani dan jaringan irigasi desa.
"Kami juga tengah berkomitmen untuk mempertahankan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Gresik sampai tahun 2030," ucapnya.
Sambari mengakui, wilayahnya kini telah surplus padi sebesar 129 ribu ton, meski demikian pihaknya terus mengejar target produksi yang ditetapkan pemerintah sebesar 382 ribu ton.
"Untuk mengejar target itu, Gresik perlu meningkatkan lagi produksinya, hal ini dalam rangka Peningkatan Produksi beras Nasional (P2BN)," ucapnya.
Target peningkatan produksi beras yang ditetapkan pemerintah dilakukan sebagai tindak lanjut swasembada beras nasional yang dicanangkan pemerintah dalam program Peningkatan Produksi beras Nasional (P2BN).
"Dalam program ini pemerintah menargetkan surplus produksi sebesar 10 juta ton, dan 50 persen target ada di wilayah Jawa Timur, termasuk Gresik," katanya.
Sementara pada tahap awal hingga tahun 2017, Sambari mengatakan ada peningkatan target produksi nasional sampai 2 juta ton, dan 50 persen target itu dibebankan kepada Jatim.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.