Surabaya (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menilai kegiatan "Indonesia Off-road Expedition" (IOX) Adventure Club di ajang Indonesia "Off-road Expedition-Java 2015" sama dengan memperkenalkan potensi wisata Indonesia. "Sebagian besar jalurnya adalah pegunungan sehingga melintasi indahnya pemandangan di Tanah Air. Ini menjadi ajang promosi wisata," ujarnya saat menerima para peserta IOX Java 2015 di depan Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Minggu. Selain itu, mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut juga mengatakan kegiatan IOX Java 2015 tidak hanya mengenalkan olahraga off-road, namun juga menunjukkan keagungan Tuhan dengan memberikan keindahan alam Indonesia. "Oleh sebab itu, jangan sampai keindahan alam dirusak oleh tangan manusia. Semua harus ikut menjaganya," kata mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor tersebut. Sejumlah tempat wisata potensial yang dilalui di antaranya beberapa ikon kota, baik sejarah budaya dan perjuangan, mulai dari Monas, Tugu Muda, dan Tugu Pahlawan. Tidak hanya mengusung tema sejarah budaya dan perjuangan, IOX JAVA 2015 ini akan melakukan kampanye potensi cagar budaya, flora dan fauna, sejarah, serta keunggulan potensi dari wilayah daerah yang dilewatinya. IOX Java 2015 merupakan ajang keempat yang diselenggarakan oleh IOX Adventure Club, mulai 7 -22 Februari 2015. Titik start yang dilakukan akhir pekan lalu ini diikuti 350 peserta, rinciannya yakni 280 orang dengan 95 kendaraan 4x4, 16 Dirt Bike, dan 18 Service Car dengan 39 crew. Event off-road ekspedisi terbesar di Indonesia ini berangkat melalui rute Jakarta-Karawang-Purwakarta–Subang–Kuningan–Cacaban–Pekalongan–Batang-Curug Sewu-Kendal-Semarang-Kedung Ombo-Randublatung–Bojonegoro–Gresik-Surabaya. Dengan berbagai rintangan di jalan, hanya sekitar 96 kendaraan yang bisa sampai di titik finish di Surabaya setelah melakukan perjalanan selama 16 hari. Turut ikiut ambil bagian peserta dari mancanegara, yaitu Vietnam, Thailand, Malaysia dan Belanda. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026