Gelsenkirchen, (Antara/Reuters) - Real Madrid telah menikung setelah awal tahun yang tidak meyakinkan dan pertandingan pertama putaran 16 besar Liga Champions di markas Schalke pada Rabu di markas Schalke akan membuktikannya, kata pelatih Carlo Ancelotti. Sang juara bertahan, yang bertekad menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan mahkota Liga Champions, akan dapat kembali mengandalkan Pepe yang telah pulih dari cedera untuk pertandingan itu, kata pria Italia itu. Real, yang mengejar mahkota Eropa ke-11 mereka, mengalami kesulitan pada tahun ini, setelah disingkirkan Atletico Madrid dari Piala Spanyol sedangkan kekalahan 0-4 dari rival sekotanya itu di Liga Spanyol pada bulan ini telah memangkas keunggulan mereka atas tim peringkat kedua Barcelona menjadi hanya satu angka. \"Dengan hasil seperti (saat melawan Atletico) itu, penting untuk menikung dengan cepat. Kami melakukannya dengan baik saat melawan Deportivo La Coruna (dengan kemenangan 2-0). Namun kami dapat berkembang dan kami ingin memperlihatkan hal itu besok,\" kata Ancelotti kepada para pewarta pada Selasa. Ia terdengar percaya diri bahwa Cristiano Ronaldo akan kembali menemukan ketajamannya, di mana kapten Portugal itu mengalami penurunan performa sejaka memenangi penghargaan Ballon d\'Or FIFA ketiganya akhir bulan lalu. Ia kembali gagal mencetak gol saat Real menang dengan tidak meyakinkan atas tamunya Deportivo, dan hanya mampu mencetak empat gol pada tahun ini, merupakan penurunan untuk standarnya. \"Saat melawan Deportivo, saya pikir ia secara fisik terlihat sangat bagus. Ia memiliki intensitas. Saya pikir ia berkembang secara konsisten. Ia kemarin tidak mencetak gol, namun besok ia memiliki peluang untuk melakukannya.\" Tidak ada klub yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions sejak diperkenalkan pada 1992/1993 dan Ancelotti mengatakan kembali bermain di Schalke, setelah menghancurkan mereka dengan skor 6-1 di fase yang sama pada tahun lalu sebelum kemudian memenangi gelar, merupakan pertanda bagus. \"Ini merupakan motivasi fantastis bagi kami,\" kata Ancelotti, yang memenangi dua gelar Eropa secara beruntun sebagai pemain di AC Milan pada 1989 dan 1990. \"Kami berada di sini (di Schalke) dengan impian untuk memenanginya pada tahun lalu dan kami berada di sini tahun ini, dan kami memiliki impian yang sama.\" \"Sejarah akan mengatakan itu merupakan hal yang benar-benar sulit, nyaris mustahil namun kami harus berusaha,\" tuturnya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026