Kediri (Antara Jatim) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat mewaspadai ancaman bencana baik banjir, tanah longsor, ataupun angin puting beliung yang diprediksi sampai Maret.
"Masih perlu diantisipasi sampai Maret, terjadi banjir, tanah longsor, puting beliung. Saat ini, puting beliung juga sering terjadi, ini karena hujan yang ekstrim," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho saat di Kediri, Kamis.
Ia mengatakan, kondisi itu merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Bahkan, di Jatim sudah darurat siaga sejak Desember dan masih berlangsung sampai sekarang.
Pihaknya mengatakan, di sejumlah titik sudah terjadi bencana, baik banjir, tanah longsor, ataupun angin puting beliung. Namun, sampai saat ini belum ada laporan resmi terjadi banjir besar di Jatim.
Laporan banjir besar, kata Sutopo yang ditemui dalam kegiatan workshop dan pameran foto, satu tahun erupsi Gunung Kelud di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri itu mengatakan, justru terjadi di luar Pulau Jawa, salah satunya di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Ketinggian banjir di tempat ini mencapai empat meter, bahkan terdapat dua orang meninggal karena tersetrum.
Ia menilai, bencana alam yang terjadi di Jatim masih bisa diatasi oleh pemerintah daerah. Walaupun begitu, BNPB akan terus memantau, dan siap memberikan bantuan jika terjadi bencana alam besar. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.