Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur berencana menambah jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di wilayah itu, karena sejumlah pemilik mobil berbahan bakar gas kesulitan mendapatkan bahan kabar yang sama. Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono, Rabu, mengatakan saat ini sejumlah pemilik mobil berbahan gas termasuk beberapa mobil dinas yang sudah terpasang alat konversi BBM ke BBG berupa konverter kit harus antri lama untuk mengisi BBG. "Pengisiannya harus antri lama karena hanya ada satu SPBG, yakni di sekitar Jalan RE Martadinata Gresik," ucap Suyono di Gresik. Oleh karena itu, Pemkab Gresik akan menambah beberapa SPBG di beberapa tempat, di antaranya di halaman Kantor Bupati Gresik, Alun-alun Kota Gresik, serta di lokasi parkiran Petrokimia Gresik dan di GOR Petrokimia Gresik. Tujuan penambahan, kata Suyono adalah untuk mendukung program nasional berupa hemat energi, serta mempermudah pemilik kendaraan yang telah dipasang konverter kit mengisi BBG. "Pemkab Gresik telah bekerjasama dengan perusahaan operator pengisian BBG mobile atau keliling, sehingga nantinya para pemilik kendaraan yang telah dipasang converter kit lebih mudah dalam mengisi BBG," katanya. Sebelumnya, Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kabupaten Gresik, Adiana Setiawati juga telah mengundang pemakai BBG dan perusahaan operator pengisian BBG mobile, tujuannya untuk memberi kepastiantentang pengisian bahan bakar gas. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026