Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 378 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Jawa Timur hingga 19 Januari 2015 dan menyebabkan delapan orang meninggal dunia. "Tren Januari terhadap penyakit demam berdarah memang cenderung meningkat setiap tahunnya, dan ini yang harus diwaspadai," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf kepada wartawan di Surabaya, Jumat. Secara rinci dijelaskannya pada 2010 dari total 26.059, terdapat 5.599 kasus di antaranya terjadi pada Januari. Kemudian, tahun berikutnya di bulan yang sama terjadi 1.035 kasus dari 5.420 kasus dalam setahunnya. Sedangkan pada 2012 dari 8.257 kasus yang terjadi, total 1.225 kasus terjadi pada Desember. Akan tetapi pada 2013, banyaknya kasus demam berdarah terjadi lagi pada Januari yang mencapai 3.264 kasus dari 14.936 kasus dalam setahunnya. "Selanjutnya pada 2014 total terdapat 8.906 kasus dan 973 kasus di antaranya terjadi Januari," ungkap wakil gubernur yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. Pada tahun ini, dari ratusan kasus demam berdarah di Jawa Timur, Kabupaten Jombang mendominasi jumlah penderita terbanyak, selain Banyuwangi. Berdasarkan data dari Pemerintah Kabupaten Jombang, masyarakat yang terkena kasus demam berdarah berjumlah 110 penderita, dengan 78 orang di antaranya sedang di rawat di RSUD setempat. Gus Ipul berharap masyarakat lebih waspada terhadap penyebaran penyakit ini dan tidak meremehkan apabila terdapat anggota keluarga yang terserang gejala-gejalanya. "Jangan biarkan anak panasnya tinggi. Segera bawa ke rumah sakit untuk mencegah kemungkinan terburuk," tukas mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor tersebut. Peran serta dari masyarakat, lanjut dia, juga sangat diharapkan, seperti upaya preventif melalui pembasmian sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan "3M", yakni mengubur, menguras dan menutup. Sementara itu, sejak 2011 Pemprov Jatim telah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 20 Tahun 2011 yang meminta Bupati dan Wali Kota mewaspadai demam berdarah pada bulan tertentu, serta imbauan percepatan penanggulangan kasus ini.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026