Surabaya (Antara) - Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto meresmikan pabrik pertama PT Dywidag-Systems International (DSI) yang memproduksi "friction bolt", yakni bahan yang digunakan untuk menahan dinding tambang bawah tanah. "Kami mengucapkan selamat atas pembukaan pabrik pertama ini. Perusahaan ini akan menciptakan nilai tambah, baik terhadap industri pertambangan, maupun perekonomian," kata Harjanto, saat memberikan sambutannya pada acara peresmian pabrik tersebut di Gresik, Jatim, Selasa. Harjanto mengatakan, pendirian pabrik dengan nilai investasi Rp60 miliar tersebut, berkaitan dengan kesepakatan pemerintah yang meminta PT Freeport Indonesia untuk memperbanyak pengadaan dari dalam negeri. "Nilai pengadaan Freeport kurang lebih 1,2 miliar dolar AS. Itu pemerintah berharap ada 'spending' yang diberikan untuk Indonesia. Kami maunya ada 'local procurement, local content', sehingga bisa menyerap lapangaan kerja," ujar Harjanto. Menurut dia, produk yang dibuat DSI dengan teknologi Jerman tersebut belum dapat disediakan oleh industri dalam negeri, sehingga pemerintah menganggap pembangunan pabrik ini penting bagi industri pertambangan ke depan. Sementara itu, CEO PT DSI Patrik Nolaker mengatakan, kapasitas produksi pabrik seluas 2,5 hektar tersebut mencapai 1,2 juta friction bolt per tahun dengan tipe panjang yang berbeda, yaitu untuk friction bolt sepanjang 2,4 meter dan 3 meter. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026