Jember (Antara Jatim) - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terus merangkak naik karena stoknya berkurang.
"Biasanya harga cabai berkisar Rp10 ribu per kg hingga Rp15 ribu per kilogram pada bulan lalu, namun kini perlahan-lahan naik hingga mencapai Rp45 ribu per kilogram," kata pedagang cabai di Pasar Tanjung Budi Cahyo, Jumat.
Menurut dia, kenaikan harga bumbu dapur tersebut disebabkan pasokan dari sentra produksi yang terbatas dan adanya pengiriman cabai rawit ke luar daerah.
"Panen petani juga sudah mulai berkurang, sehingga tidak menutup kemungkinan harga komoditas cabai akan bergerak naik," tuturnya.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), lanjut dia, juga akan memengaruhi kenaikan sejumlah komoditas bumbu dapur seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.
"Kalau harga premium jadi naik pada bulan November ini, maka sudah pasti harga cabai juga akan naik lagi dan diprediksi di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram," paparnya.
Ia menjelaskan permintaan masyarakat cukup tinggi, namun barang yang tersedia terbatas, sehingga hal tersebut juga memicu kenaikan harga cabai.(*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.