Surabaya (Antara Jatim) - Komisi E Dewan Jawa Timur meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk lebih membuka diri dan tidak hanya membatasi calon peserta mendaftar di kantor cabang BPJS setempat. Juru Bicara Komisi E Dewan Jatim, Agatha Retnosari, Senin, meminta BPJS mendekatkan layanan kesehatan kepada rakyat dengan tiga cara seperti meningkatkan layanan pendaftaran dalam jaringan yang bebas hambatan baik hambatan server yang kurang memadai juga sistem dalam jaringan yang mudah. "Selain itu, dengan membangun kerja sama dengan Kantor PT Pos dan Giro di mana sudah mempunyai jaringan kantor di seluruh pelosok Jawa Timur untuk menerima pendaftaran peserta BPJS," katanya dalam Sidang Paripurna Dewan Provinsi Jawa Timur tentang Laporan Komisi Atas Hasil Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2015. Ia mengemukakan, saran selanjutnya yaitu setelah dilakukan pengkajian terlebih dahulu, bisa juga melibatkan Klinik, Apotik maupun supermarket sebagai pos pendaftaran peserta BPJS juga. "Kami berharap BPJS segera menjalin dan merealisasi kerjasama dengan bank – bank terkait, untuk mempermudah proses pembayaran dengan sistem auto debit," katanya. Ia mengatakan, khusus bagi masyarakat misikin di Jawa Timur yang belum masuk dalam Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) sebagai peserta BPJS, Komisi E juga merekomendasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk segera melakukan pendataan yang berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota agar masyarakat miskin dapat segera tercover serta menjalin kerjasama dengan BPJS utamanya bagi para penderita penyakit tertentu. "Kami menginginkan supaya seluruh masyarakat terutama yang kurang mampu mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal melalui program tersebut," katanya. Dalam paripurna tersebut juga disampaikan tentang maraknya wabah virus Ebola yang telah memakan korban meninggal dunia cukup banyak saat ini. "Komisi E memberikan rekomendasi supaya seluruh rumah sakit milik Provinsi Jawa Timur agar dapat mengantisipasi dan mewaspadai utamanya terhadap para pekerja yang kembali ke Indonesia khususnya yang baru kembali dari negara Liberia," katanya.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026