Malang (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, bekerja sama dengan perguruan tinggi dan para peneliti untuk mempertahankan terumbu karang yang masih tersisa di daerah itu. "Untuk mempertahankan terumbu karang yang masih tersisa, Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan berbagai upaya, di antaranya menggandeng perguruan tinggi dan para peniliti," kata Kepala DKP Kabupaten Malang Wahyu Hidayat di Malang, Rabu. Ia mengharapkan melalui kerja sama tersebut, para peneliti bisa menemukan alat yang dapat merangsang tumbuhnya terumbu karang menjadi lebih cepat. Beberapa waktu lalu, katanya, para peneliti di Universitas Brawijaya (UB) menemukan alat yang diberi aliran listrik dengan daya tertentu dengan kemampuan mempercepat tumbuhnya terumbu karang. "Kami akan segera melakukan pendekatan dan menjalin kerja sama dengan UB terkait upaya penyelamatan terumbu karang ini," katanya. Terumbu karang di 18 pantai selatan Kabupaten Malang mengalami kerusakan, baik sedang maupun parah, yang disebabkan oleh faktor alam serta aktivitas manusia. Ia mengatakan dari 18 di antara 19 pantai yang menjadi tujuan wisata, terumbu karangnya mengalami kerusakan. Satu-satunya terumbu karang yang masih bagus serta utuh hanya di kawasan Pantai Licin. "Kerusakan terumbu karang yang disebabkan aktivitas manusia ini rata-rata akibat penggunaan potas oleh nelayan yang menangkap ikan serta pencurian yang belum lama ini terungkap dan pelakunya ditangkap," kata Wahyu. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026