Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperkuat pasar dalam negeri dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 mendatang dengan menggunakan standar ASEAN. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Minggu, mengatakan, pasar dalam negeri yang dibangun harus terstandarisasi, dengan kualitas standar pasar ASEAN. "Pasar dalam negeri yang kami bangun harus sekualitas dengan pasar ASEAN. Kalau tidak barang dari negara anggota ASEAN bisa masuk. Ekspor di pasar ASEAN, harus dengan standar ASEAN," ujarnya usai Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Timur Tahun 2014. Ia mengatakan, pasar dalam negeri yang sesuai dengan standar ASEAN menjadi penentu daya saing dalam menghadapi MEA Tahun 2015. "Pemprov Jatim akan meningkatkan standarisasi produk barang dan jasa sehingga bisa diterima dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif di pasar global. Untuk mempercepat proses standarisasi, Pemprov Jatim akan melakukan kerjasama dengan Jerman dan Jepang," katanya. Selain melakukan standarisasi, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga juga akan melakukan pembenahan dari segi sumber daya manusia (SDM). "Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan formal, non formal (skill) dan akses kesehatan, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, meningkatkan kualitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta mengembangkan jejaring kerjasama kemitraan dalam efisiensi skala ekonomi atau regionalisasi dengan provinsi lain," katanya. Ia mengatakan, produk dan jasa dari Jatim dituntut memiliki daya saing yang kuat. Sehingga, diperlukan adanya SDM yang berkualitas sesuai tuntutan pasar global. Untuk itu, Pemprov Jatim memprioritaskan pendidikan yang mampu mencetak tenaga kerja terampil sesuai kebutuhan pasar melalui SMK. "Upaya lainnya yakni dengan mengembangkan SMK mini melalui balai latihan kerja plus yang memiliki 9 bidang keahlian seperti teknologi dan rekayasa, agrobisinis dan agroteknologi, kesehatan, serta perikanan dan kelautan," katanya. Dalam sektor perdagangan, Jatim terus berupaya menguasai 50 persen pangsa pasar perdagangan domestik melalui jalinan kerjasama perdagangan antarprovinsi. "Hingga tahun 2014, telah terbentuk 26 kantor perwakilan dagang (KPD) antarprovinsi untuk meningkatkan daya saing produk barang/jasa Jatim, sehingga bisa mencapai skala ekonomi yang lebih efisien dengan pangsa pasar yang lebih murah dan harga yang lebih kompetitif," katanya.(*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026