Makassar (Antara Jatim) - Direktur Utama PT Semen Tonasa Unggul Attas menyatakan pihaknya siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, karena produknya kini sudah menguasai 42 persen pasar kawasan timur Indonesia dan memiliki "brand image" melekat pada konsumennya.
Selain itu, pabrik semen yang sudah berdiri sejak tahun 1978 ini memiliki perusahaan afiliasi yang mendukung segala lini produk, mulai bahan baku, pengemasan, distrubusi atau pengiriman, angkutan darat laut hingga penyediaan energi listrik secara mandiri, kata Unggul Attas, Kamis.
"PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) berbahan baku batu bara, kita (Tonasa) satu-satunya pabrik semen yang memiliki, karena PLN tidak sanggup menyediakan kebutuhan energi yang kita butuhkan," ujarnya kepada para wartawan dari Jawa Timur di pabrik Semen Tonasa di Kabupaten Pangkep, sekitar 60 Km timur laut Makassar, Sulawesi Selatan.
Terkait MEA, sudah ada beberapa industri semen mancanegara yang berencana investasi di Sulsel, yaitu dari Tiongkok, Thailand dan Vietnam. Namun, Unggul mengemukakan bahwa pihaknya "tidak takut" kelak bersaing dengan kompetitor mancanegara.
Menurut dia, saat ini saja sudah ada produsen semen dalam dan luar negeri yang produksi dan memasarkannya di KTI, meliputi provinsi di Pulau Sulawesi, Papua, NTT, NTB, Maluku hingga Bali, tetapi Tonasa tetap menguasai 42 persen pasar.
Supaya tetap menjadi "market leader" di KTI, pihaknya tetap membina konsumen dengan baik dan menjaga kualitas produk yang sudah menjadi "brand image" bagi masyarakat KTI.
Sementara yang perlu diperbaiki ialah sistem distribusi, pasalnya wilayah KTI yang luas, sedangkan infrastruktur kurang memadai.
"Karena itu, kami siap berkompetisi dengan baik dan 'fair' saat MEA diberlakukan pada 2015. Kita mendapat 'tugas' menguasai KTI dari 'holding' atau induk usaha Semen Indonesia," tukasnya.
Ia menjelaskan, BUMN semen yang tergabung dalam Semen Indonesia mempunyai tanggung jawab menguasai pasar wilayahnya, seperti Tonasa untuk KTI, Semen Gresik menguasai wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan, sementara Semen Padang untuk Pulau Sumatera.
Untuk lebih siap berkompetisi secara regional maupun global, Tonasa berencana membangun pabrik baru unit VI dengan investasi Rp3 triliun.
Sedangkan unit II hingga V yang mempunyai kapasitas produksi seluruhnya 5,98 juta ton per tahun, kini ditargetkan selama tahun 2014 mampu menghasilkan 6,7 juta ton.
Sementara nilai pendapatan dari target produksi sebesar itu sekitar Rp6 triliun, meningkat dibanding tahun 2013 yang tercatat Rp5,3 triliun.
"Insya Allah target tercapai, hingga Agustus lalu saja produksi sudah mencapai 4,2 juta ton," ucapnya.
Peningkatan produksi melalui pembangunan unit VI, kelak tidak hanya memenuhi kebutuhan KTI yang konsumsi tumbuh hanya 6 persen per tahun, tetapi juga untuk memasok daerah lain di Tanah Air atau ekspor (regional), tuturnya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.