Bojonegoro (Anara Jatim) - Petugas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis, mengambil sampel material yang keluar dari semburan liar sumur minyak di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, untuk diuji kandungannya.
"Material yang diambil untuk diuji kandungannya di laboratorium berupa padatan tanah dan bahan cair di sekitar lokasi sumur minyak," kata Kepala BLH Pemkab Bojonegoro Tedjo Sukmono, di Bojonegoro, Jumat.
Sebelumnya, sumur minyak tua peninggalan Belanda di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, mengalami semburan liar ketika para penambang melakukan pembersihan sumur minyak, Rabu (10/9).
"Semburan liar dari sumur minyak yang tingginya mencapai belasan meter, saat ini sudah mereda dengan ketinggian hanya sekitar 1 meter," jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan sampel material berupa padatan tanah dan cairan yang sudah diambil petugas, nantinya akan dilakukan uji kandungan di Laboratorium di Gresik.
"Hasil pemeriksaan uji kandungan biasanya bisa satu pekan," ucapnya.
Dari fakta di lapangan, ia memperkirakan material yang keluar dari semburan liar sumur minyak di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, lebih banyak air dan Co2 (karbon dioksida).
"Gas H2S (asam sulfida) dan minyak mentah juga ada, tetapi sedikit," tandasnya.
Meski demikian, menurut dia, kawasan di lingkungan lokasi di sekitar sumur minyak tersebut mengalami kerusakan, sebab terkena bahan material yang keluar dari semburan sumur minyak.
"Lingkungan di sekitar sumur minyak yang rusak cukup luas," jelasnya.
Ia menambahkan pihaknya pernah melakukan pemeriksaan sampel bahan material semburan liar sumur minyak serupa juga di Desa Wonocolo, di Laboratorium Gresik, Nopember 2013.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium, menurut dia, mengacu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 19 tahun 2010 tentang Kegiatan Migas "Onshore" mengenai kandungan bahan material yang keluar dari sumur minyak melebihi ambang batas yang ditentukan.
"Dampak limbah tersebut akan merusak lingkungan, seperti tanaman tidak bisa tumbuh juga kalau masuk air ikan akan mati," katanya, menegaskan. (*)
Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.