Madiun (Antara Jatim) - Sejumlah warga Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menginap di stasiun pengisian bahan bakar umum untuk membeli bahan bakar minyak yang sulit didapatkan akhir-akhir ini.
"Saya terpaksa tidur di mushalla SPBU untuk menunggu pasokan BBM. Jadi nanti saat SPBU bisa melayani lagi, saya bisa mendapatkan solar," ujar petani asal Desa Sangen, Kecamatan Geger, Heru Cahyo, di SPBU Sangen, Kamis.
Menurut dia, ia tidak mendapatkan solar karena sejumlah SPBU di sekitar wilayahnya kehabisan stok bahan bakar minyak itu. Karena khawatir tidak kebagian, ia menginap dengan beberapa orang petani lainnya.
"Sejak beberapa hari ini saya tidak dapat mengairi sawah karena mesin diesel untuk sumur pompa mati. Untuk menghidupkan mesin diesel dibutuhkan bahan bakar solar," katanya.
Petani asal Kecamatan Wonoasri, Adi Sukarno, juga mengeluhkan hal yang sama. "Seharian waktu saya habis untuk mengantre solar. Padahal biasanya beli solar hanya sebentar terus ke sawah lagi. Kali ini tidak bisa," kata dia.
Sementara itu, pengelola SPBU di wilayah Wonoasri, Ari Sasmito, mengaku jatah solar yang dikirim oleh Pertamina ke SPBU-nya menurun, sehingga langsung habis saat "diserbu" pembeli.
"Apalagi jumlah pembeli meningkat drastis karena 'panic buying'. Biasanya Pertamina mengirim antara delapan Kilo Liter hingga 16 Kilo Liter, sekarang hanya delapan hingga 10 Kilo Liter saja," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.