Oleh Nirkomala
Mataram (Antara) - Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) Sendang Danar Semanggi Agung (SDSA) Nusa Tenggara Barat menyiapkan sebanyak 6.000 TKI untuk diberangkatkan ke Brunei Darussalam.
"Untuk menyiapkan 6.000 TKI tersebut kami diberi kesempatan oleh Pemerintah Brunei Darussalam mulai tahun 2014 hingga tahun 2016," kata Komisaris Utama PT SDSA NTB HL Mujitahid di Mataram, Selasa.
Dikatakannya, sebanyak 6.000 TKI yang dipersiapkan itu akan direkrut dari semua provinsi di Indonesia, dan akan diperkerjakaan sebagai tukang bangunan dan peladen/buruh bangunan perluasan lapangan terbang Seri Bengawan Ibu Kota Brunei Darussalam.
Dalam rekturmen TKI tersebut pihaknya mengkhususkan mengirim TKI laki-laki minimal telah lulus SLTA sederajat atau dengan usia di atas 18 tahun.
Ia mengatakan untuk memberikan kemudahan bagi calon TKI yang ingin bekerja ke Brunei Darussalam, pihaknya menetapkan program dengan sistem potong gaji.
"Sehingga para TKI yang hendak berangkat, tidak perlu lagi mencari pinjaman ke rentenir untuk biaya keberangkatan," katanya
Dikatakannya, salah satu yang menjadi kendala dan kesulitan dalam rekrutmen TKI di daerah adalah biaya keberangkatan yang cukup tinggi.
Sehingga untuk berangkat, para calon TKI terpaksa meminjam uang dari rentenir yang nantinya dikembalikan dua hingga tiga kali lipat setelah TKI mendapatkan gaji. Hal ini tentu memberatkan para TKI.
"Oleh karena itu, kami tidak ingin hal itu terjadi dan kami berusaha membantu TKI dengan menggunakan sistem potong gaji," katanya.
Menurut dia, sebelum para TKI diberangkatkan, TKI terlebih dahulu diberi pelatihan dan pengenalan kondisi tempat berkerja mereka nanti.
"Pelatihan yang paling terpenting adalah bahasa, karena bahasa menjadi salah satu faktor penting untuk melancarkan komunikasi antara TKI dengan warga setempat dan atasan mereka," katanya. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.