Malang (Antara Jatim) - Pasokan bahan bakar minyak, khususnya premium di wilayah Malang Raya, selama musim lebaran 2014 ditambah 20 persen dari kebutuhan harian sekitar 1.000 kiloliter. "Dengan tambahan pasokan dari Pertamina sebanyak 20 persen ini, ketersediaan (stok) BBM khususnya premium selama lebaran tetap aman dan masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan," tegas Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Malang Raya, Rizal Pahlevi, Kamis. Selain premium, katanya, yang mendapatkan pasokan tambahan adalah elpiji tiga kilogram, yakni sekitar 12 persen dari kebutuhan harian yang mencapai 115.000 tabung untuk wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu). Namun, lanjutnya, untuk solar, pasokannya justru berkurang sekitar 5-10 persen per hari selama perayaan Idul Fitri. Kebutuhan solar di wilayah Malang Raya mencapai 400-500 kiloliter per hari, namun kondisi itu tidak akan menganggu layanan pada masyarakat. Pengurangan pasokan solar tersebut, kata Rizal, disebabkan karena pada H-4 Lebaran, seluruh truk dan kendaraan besar dilarang beroperasi, bahkan kendaraan pengangkut BBM dan elpiji akan libur pada hari H Lebaran. Namun, sebelum libur memasok elpiji ke setiap agen agar tidak sampai terjadi kelangkaan. Secara nasional PT Pertamina (Persero) menambah stok BBM sebesar 10-12 persen guna mengantisipasi lonjakan konsumsi pada masa mudik maupun balik Lebaran. Direktur Umum (Dirum) PT Pertamina, Luhur Budi Jatmiko, ketika berada di Malang belum lama ini mengatakan kebutuhan normal untuk premium di seluruh Indonesia mencapai 80.000 kiloliter (kl) per hari. Sedangkan untuk solar mencapai 41.000 kl per hari. "Selama puasa hingga Lebaran stok kami naikkan sebesar 10-12 persen atau menjadi 91.000 kl per hari untuk premium," katanya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026