Malang (Antara Jatim) - Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, tetap mempertahankan penghargaan Anugerah Kampus Unggulan (AKU) yang keenam kalinya dan "AKU" Kartika untuk yang kedua kalinya. Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Muhajir Effendi, Minggu, penghargaan AKU yang keenam kalinya dan AKU Kartika yang kedua kalinya ini sebagai kado Milad Emas kampus tersebut, sekaligus mampu memberi semangat untuk bekerja lebih baik lagi. "Dari sisi peringkat, UMM juga masih unggul dan berada di posisi pertama serta terbaik diantara perguruan tinggi swasta di wilayah Jatim," katanya. Penghargaan AKU merupakan ajang yang digelar Kopertis VII untuk memacu kompetisi dalam hal kualitas kampus swasta di Jawa Timur. Tim Kopertis melakukan penilaian berdasarkan empat aspek, yakni tata kelola, pendidik, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta pembinaan kemahasiswaan. Untuk keempat aspek itu, kata Muhajir, sampai saat ini posisi UMM berada di peringkat pertama masih belum tergeser. Demikian juga dengan Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang meraih poin tertinggi dibanding politeknik swasta lainnya. Sementara itu Poltekom juga berhasil mempertahankan penghargaan AKU 2014, setelah tahun lalu juga diraih kampus tersebut. Selain meraih penghargaan AKU, kata Pembantu Direktur Bidang Akademik Poltekom Andik Atmaja, Poltekom kini menjadi peringkat pertama politeknik terbaik di Jatim dengan poin 254,57. Prestasi ini meningkat dibanding tahun lalu dimana Poltekom menempati peringkat kedua se Jatim. "Penghargaan ini sekaligus menjadi kado termanis di perayaan Dies Natalis keenam Poltekom. Kami merasa bersyukur, di tengah merayakan dies natalis, penghargaan AKU berhasil kami pertahankan," tegasnya. Penghargaan AKU tersebut diumumkan bersamaan dengan rapat kerja pimpinan (Rakerpim) 2014 Kopertis VII di Hotel JW Marriot Surabaya awal pekan ini. Poltekom yang berlokasi di kawasan Tlogowaru Kedungkandang, Kota Malang itu sempat menjadi polemik karena keberadaannya yang masih belum bisa mandiri, sehingga dana operasional kampus tersebut mengandalkan dari bantuan hibah APBD Kota Malang. Karena masih menjadi "beban" APBD, para legislator di daerah itu mengusulkan agar Poltekom dialihfungsikan menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) yang sampai saat ini tidak dimiliki oleh Pemkot Malang.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026