Oleh Subagyo Jakarta (Antara) - Perum Bulog sebagai perusahaan negara di bidang pangan menjamin ketersediaan atau stok beras yang dimiliknya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat di Tanah Air hingga delapan bulan mendatang. Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso di Jakarta, Jumat mengatakan, saat ini cadangan beras yang dimilikinya sebanyak 1,93 juta ton tersebar di 600 gudang di seluruh Indonesia. "Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi operasi pasar maupun penyaluran raskin (beras untuk rakyat miskin)," katanya di sela kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang Jakarta. Peninjauan beras menjelang Ramadhan tersebut dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perdagangan M. Luthfi. Dengan kondisi tersebut, menurut Sutarto, masyarakat atau konsumen tidak perlu panik terhadap pasokan beras karena kepanikan yang berlebihan dan permintaan yang tidak biasa justru akan memicu harga meroket. Menurut dia, Bulog menyalurkan beras sebanyak 230-300 ribu ton per bulan baik untuk raskin, operasi pasar, kebutuhan TNI/Polri maupun PNS. Menyinggung rencana impor beras untuk memenuhi kebutuhan nasional, Dirut Perum Bulog menyatakan, jika produksi pangan seperti tahun 2012 sehingga stok maupun pengadaan dalam negeri cukup maka tidak diperlukan impor tahun ini.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026