Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mini sebagai salah satu upaya menyiapkan tenaga terampil guna menghadapi persaingan Asean Economic Community (AEC) 2015.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Rabu, mengatakan, dengan mendirikan SMK mini, akan diciptakan tenaga kerja yang siap untuk bertarung dalam AEC 2015 mendatang.
"Pemprov Jatim berencana membangun 70 SMK mini pada tahun ini, dan angka tersebut akan bertambah pada tahun depan," katanya saat memberikan ceramah tematik pada Diklatpim Tingkat II angkatan XXIII, Diklatpim Tingkat III angkatan X dan XI dan Diklat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Provinsi Jatim di Surabaya, Rabu.
Ia mengatakan, salah satu metode pengajaran di SMK mini yaitu menciptakan tenaga kerja formal yang siap bekerja dan diberikan materi khusus selama enam bulan.
"Pastinya, SMK Mini menciptakan tenaga kerja formal yang diberikan perlindungan hukum di dunia dan siap untuk menghadapi AEC 2015 mendatang," katanya.
Ia mengatakan, pada tahun 2015 mendatang ditargetkan akan tercipta 80 ribu tenaga kerja yang berasal dari SMK mini yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Selain mendirikan SMK mini, juga dipersiapkan para tenaga kerja untuk diberikan keterampilan khusus di Balai Latihan Kerja (BLH) Plus untuk membuat tenaga kerja dari Jatim memiliki standarisasi yang siap bekerja dan memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pada pasar AEC 2015," katanya.
Ia mengatakan, dua hal tersebut menjadi hal yang paling penting dan di Jatim dituntut untuk memiliki daya saing yang kuat serta berbagai upaya dilakukan untuk bisa meningkatkan daya saing tersebut.
"Selain itu, juga ada dua kunci supaya bisa memenangkan persaingan dalam AEC 2015 yaitu masyarakat Jatim harus memiliki daya saing yang kuat dan penguasaan pasar dalam negeri," katanya.
Ia mengatakan, pengusaha Jatim juga harus bisa melakukan penguasaan pasar dalam negeri dengan meningkatkan nilai ekspor dan mengurangi nilai impor Jatim.
"Komposisi ekspor dan impor masih menjadi persoalan yakni beberapa produk ekspor Jatim masih berupa bahan mentah, sedangkan impornya sebagian besar adalah barang jadi," katanya.
Ia mencontohkan, salah satu meningkatkan nilai ekspor adalah dengan mengolah bahan baku yang akan diekspor dengan membangun smelter sehingga nantinya nilai ekspornya bernilai.
"Pemprov Jatim juga akan membuat kebijakan umum untuk pembangunan Jatim dimana dibagi ke beberapa perspektif, di antaranya perspektif masyarakat akan dibuat program guna meningkatkan kesejahteraan untuk semua lapisan masyarakat," katanya.
Selain itu, kata dia, dilakukan perspektif proses internal yaitu meningkatkan profesionalisme SDM untuk meningkatkan pelayanan publik dan perspektif kelembagaan yaitu mengimplementasikan reformasi birokrasi, serta perspektif keuangan yaitu optimalisasi desain kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah dan kebijakan pembiayaan daerah.
"Untuk peningkatan pelayanan publik, setiap tahunnya Pemprov Jatim selalu memberikan pelayanan terbaik di antaranya dengan membangun Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T) yang memberikan kepastian syarat, waktu dan biaya bagi investor yang ingin menanamkan modal di Jatim," katanya.
Menurutnya, Pemprov Jatim memberikan "government guarantee" bagi para investor seperti tersedianya laham, "power plan", perijinan yang dipermudah dengan "online tracking system" dan tersedianya tenaga kerja.
Ia menjelaskan isu melambatnya pertumbuhan ekonomi merupakan imbas dari makro ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih karena sampai dengan triwulan I tahun 2014 pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,21 persen dan Jatim sebesar 6,4 persen.
"Oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan ekonomi sehingga mengurangi inflasi di Jatim di antaranya subsidi ongkos angkut, aksi taktis pengendalian impor hortikultura, sidak pasar, pengembangan akses informasi produksi dan harga, mengurangi asimetri informasi melalui telivisi, pasar rakyat bulog, melaksanakan pasar murah, penguatan produksi kedelai," pungkasnya.(*)
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.