Jember (Antara Jatim) - Petani di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mulai menanam tembakau jenis kasturi yang tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten setempat. "Puncak musim tanam tembakau di Jember pada minggu pertama di bulan Juni, namun sebagian petani yang memiliki lahan kering sudah menanam tembakau lebih awal pada April dan ada juga petani yang menanam pada pertengahan Mei lalu," kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember Hendro Handoko, Rabu. Menurut dia, cuaca pada awal musim tanam tembakau saat ini cukup bagus dibandingkan tahun 2013 yang cenderung basah, sehingga kualitas tembakau diharapkan tahun ini lebih baik. "Tahun lalu petani harus melakukan tambal sulam karena sebagian tanaman rusak akibat curah hujan yang cukup tinggi, namun tahun ini cuacanya sangat mendukung para petani untuk menanam tembakau kasturi," tuturnya. Kendati demikian, lanjut dia, petani masih khawatir dengan cuaca yang masih tidak menentu karena di sebagian kawasan Jember masih diguyur hujan yang cukup tinggi. "Kalau di Jember bagian timur, barat, dan utara sudah tidak pernah turun hujan, sedangkan informasi yang kami terima hujan masih mengguyur kawasan kota Jember dan mudah-mudahan segera memasuki musim kemarau," paparnya. Ia menjelaskan luas lahan tembakau kasturi di Jember pada tahun 2013 mencapai 15 ribu hektare, namun tahun ini pihaknya masih belum bisa memprediksi berapa luas lahan tembakau karena sebagian petani beralih menanam hortikultura yang dinilai lebih menguntungkan. "Jember memang dikenal dengan Kota Tembakau dan sebagian petani masih tetap menanam tembakau, meskipun rugi jutaan rupiah akibat anomali cuaca yang tidak bisa diprediksi," ucapnya. Sementara salah seorang petani tembakau Iwan mengaku sudah menanam tanaman tembakau pada pertengahan Mei 2014 karena curah hujan di kawasan setempat sudah mulai berkurang. "Puncak masa tanam tembakau memang awal Juni, namun saya menanam lebih awal karena melihat cuaca yang cukup mendukung untuk memulai tanam tembakau," ujarnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026