Oleh Hanni Sofia Jakarta (Antara) - Ketua Harian Partai Demokrat (PD) Sjarifuddin Hasan berpendapat "perang" pemberitaan media massa, terutama stasiun televisi nasional semakin ramai menjelang diselenggarakannya Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. "Kalau menurut kami ini ramai, jadi seperti ada 'sparing partner' (lawan tanding) antara tv satu dengan tv lainnya," kata Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Sabtu. Ia mengatakan pihaknya yang masih mengambil sikap netral mengamati pola pemberitaan di media massa yang beberapa di antaranya dimiliki oleh investor pendukung capres tertentu. Sjarifuddin mencontohkan dua saluran televisi berita layaknya "berperang" dalam menyajikan pemberitaan soal capres yang mereka dukung masing-masing. "Yang penting jangan 'black campaign' (kampanye hitam)," ucap pria yang menjabat Menteri Koperasi dan UKM itu. Menurut dia pembentukan opini publik dan sosialisasi visi-misi calon presiden melalui media massa, khususnya televisi bagi masyarakat di Tanah Air memang tergolong efektif. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah dan pelosok wilayah yang sulit dijangkau. Sjarifuddin menilai dua capres masing-masing saat ini memiliki sarana media massa yang memadai untuk mendukung kesuksesan sosialisasi mereka. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026