Malang (Antara Jatim) - Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun akademik 2014/2015 menambah satu program studi magister lagi untuk melengkapi program sarjana starata 2 (S2) yang sudah ada, yakni Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Ketua Program Studi (Prodi) Magister Bahasa I nggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Hartono, Minggu, mengemukakan mulai tahun akademik 2014/2015, prodi tersebut sudah bisa menerima mahasiswa baru pada semester ganjil tahun ini.
"Prodi ini nantinya ditempuh empat semester dan maksimal 10 semester dengan satuan kredit semester (sks) antara 36 hingga 50. Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris ini dipilih karena banyak yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik UMM Dr Dwi Prijo Utomo mengatakan prodi baru di kampus itu selalu disiapkan dengan matang. Kurikulum ditata sedemikian rupa, bahkan tidak hanya mengikuti standar akreditasi saja, tapi juga keilmuan.
Untuk memperkuat prodi magister baru tersebut, UMM menyelenggarakan workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi-Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KBK-KKNI) sebagai salah satu standar yang diterapkan, selain inovasi lainnya yang akan menjadi nilai plus yang ditawarkan UMM.
"Kami ingin prodi-prodi yang ada di UMM ini memiliki kelebihan yang tidak ditemui di kampus lain, termasuk Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, sehingga lulusannya juga berbeda dengan yang lainnya," katanya.
Dibukanya Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris itu menambah prodi magister yang sudah ada, yakni Magister Sosiologi, Magister Manajemen, Magister Ilmu Hukum, Magister Agribisnis, Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Magister Psikologi Sains, Magister Psikologi Profesi, Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Magister Pendidikan Matematika.
Sedangkan Program Doktor (S3 ) yang dibuka adalah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Doktor Pendidikan Agama Islam.
Magister Pendidikan Bahasa Inggris UMM ditetapkan berdasarkan keputusan Mendikbud RI Nomor.103/P/2 014 pada tanggal 10 Maret 2014.(*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.