Brussel (Antara/Xinhua-OANA) - Jurang pemisah lapangan kerja dan bayaran antara perempuan dan lelaki di negara anggota Uni Eropa (UE) menyempit pada 2013, tapi kemajuan perlu dipercepat, kata satu laporan UE yang diterbitkan pada Senin (14/4).
Laporan kesetaraan gender tahunan ke-4 UE itu mengungkapkan angka lapangan kerja bagi perempuan di blok tersebut telah naik jadi 63 persen dari 58 persen pada 2002, tapi masih kurang dari 75 persen bagi lelaki.
Perbedaan gaji antar-gender terhenti pada 16,4 persen di seluruh Eropa dan jurang pemisah gender dalam hal pensiun berjumlah 39 persen, meskipun 60 persen lulusan universitas adalah perempuan.
Laporan itu mengatakan perempuan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengisi jabatan senior, demikian laporan Xinhua --yang dikutip Antara di Jakarta, Selasa pagi. Mereka hanya berjumlah rata-rata 2,8 persen sebagai Kepala Pejabat Pelaksana, 27 persen sebagai menteri senior pemerintah.
Perempuan juga memikul beban pekerjaan tanpa bayaran di dalam rumah tangga dan keluarga. Rata-rata, perempuan menghabiskan 26 jam dalam satu pekan untuk merawat dan kegiatan rumah tangga, dibandingkan dengan sembilan jam untuk lelaki.
Komisi Eropa menyeru negara anggotanya agar meningkatkan upayanya dengan menaikkan kesadaran mengenai jurang pemisah pembayaran yang ada, saat memperingati Hari Bayaran Setara Eropa dan memantau pelaksanaan peraturan mengenai perlakuan yang sama bagi lelaki dan perempuan.
"Buat kita orang Eropa, kesetaraan gender bukan pilihan, itu adalah kemewahan, itu sangat penting," kata Viviane Reding, Wakil Presiden Komisi Eropa dan Komisaris Keadilan UE. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.